Ratusan Liter Miras Sitaan Dimusnahkan Bea Cukai di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Bea Cukai Atambua kembali memusnahkan ratusan liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman kerasi (miras) illegal berbagai merek serta pakaian dan alas kaki bekas, obat-obatan dan cakram optik bajakan. Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan KPPBC Tipe Madya Pabean B Atambua selama periode 2016.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 13.30 wita, pemusnahan sejumlah barang bukti sitaan tersebut bertempat di halaman Pos Bea Cukai Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antar Negara Indonesia dan Timor Leste. Hadir Kakanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Kepala Imigrasi Atambua, Perwakilan Pemkab, Danki Mota’ain Satgas Yonif 641 R/BRU, Danpos Brimod dan Kapospol Mota’ain serta Karantina.

Adapun seluruh barang bukti sitaan berbagai merek itu terdiri dari kurang lebih 20 dos minuman orange boomb atau @500 ml 1200 kaleng, minuman tintu 5 liter sebanyak 6 botol, 20 dos minuman habuck serta minuman wine dan spirit sebanyak 20 botol asal luar negeri Timor Leste dan juga jenis habuck produksi daerah NTT. Pemusnahan dilakukan secara simbolis oleh Dirjen Bea Cukai Indonesia bersama tamu undangan dengan cara dihancurkan dilanjutkan dengan cara digilas menggunakan alat berate fiber.

Sementara itu barang bukti hasil sitaan lainnya seperti belasan karung pakaian bekas, satu karung alas kaki bekas, berbagai jenis obat-obatan dan 37 cakram optik bajakan dimusnahkan dengan cara dimasukan ke dalam tong sampah dari drum kemudian dibakar.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang hasil penindakan selama tahun 2016. Jika dibandingkan dengan tahun 2015 terjadi peningkatan signifikan terhadap jumlah penindakan yang dilaksanakan. Pada tahun lalu telah dilakukan sebanyak 24 penindakan terhadap barang lartas dengan nilai ekonomi Rp 630.324.000, sedangkan di tahun ini telah dilakukan sebanyak 70 penindakan terhadap barang lartas dengan nilai ekonomi Rp 178.617.000.

Baca : Jokowi Tiba Di Kupang Malam Ini

Lanjut Pambudi, barang bukti yang dimusnahkan hari ini terdiri dari minuman mangandung etil alkohol, pakaian dan alas kaki bekas, cakram optik bajakan dan obat-obatan. Barang tersebut disita petugas Bea Cukai di pos perbatasan Indonesia-Timor Leste dalam kurun waktu Mei 2015 sampai dengan September 2016 dengan nilai ekonomi Rp 129.611.507.

“Keberhasilan petugas Bea Cukai Atambua dalam menjalankan tugasnya ini tidak terlepas dari kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya seperti TNI, Polisi dan Kejaksaan. Kegiatan pemusnahan ini merupakan bukti nyata Bea Cukai dalam menjalankan tugas sebagai community, yaitu mencegah masyarakat perbatasan mengonsumsi dan menggunakan barang-barang ilegal,” ucap dia.

Dikatakan, barang-barang tersebut dilarang dimasukan ke wilayah Indonesia oleh karena itu kewajiban kita harus mengawasi dengan penindakan. Harus bersama-sama melakukan sinergi dan hal tersebut sangat penting guna mencegah masuknya barang luar negeri ke negara Indonesia, dimana kita diminta lakukan tugas verifikasi terhadap barang-barang itu. Ada dua hal penting yakni perlunya sinergi internal dan juga dukungan daripada masyarakat guna mencegah masuknya barang dari negara tetangga.

“Kita akan fasilitasi pergerakan orang dan barang, tentunya itu harus legal sedangkan yang illegal harus kita cegah. Barang-barang sitaan yang dimusnahkan hari ini merugikan industri dalam negeri kita. Minuman ini melanggar dua hal, tidak membayar cukai dan tidak dilindungi oleh izin resmi, seperti minuman habuck ini sesuai kebijakan Pemkab tidak ada izin maka itu kita tertibkan,” pungkas Pambudi.