Gangguan Kamtibmas di NTT Tahun 2016 Menurun 10,75 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Berdasarkan data pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di daerah tersebut mengalami tren penurunan sebanyak 944 kasus atau sebesar 10,75 persen.

Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi E. Widyo Sunaryo menyampaikan ini kepada wartawan dalam press conference akhir tahun 2016 di Kupang, Kamis (22/12/2016).

Kapolda Sunaryo mengungkapkan, gangguan kamtibmas pada tahun 2015 berjumlah 8.783 kasus sedangkan tahun 2016 berjumlah 7.839 kasus. Sedangkan, jumlah penyelesaian kasus tahun 2015 berjumlah 5.465 kasus dan tahun 2016 berjumlah 4.722 kasus, tren penurunan sebesar 743 kasus atau 13.60 persen.

“Ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi Polri Polda NTT kepada masyarakat dalam menyampaikan informasi publik yang berkaitan dengan situasi dan kondisi Kamtibmas terkini serta evaluasi implementasi kegiatan yang menjadi atensi publik yang perlu direspons secara obyektif,” katanya.

Sunaryo menyebutkan, gangguan Kamtibmas selama tahun 2015 dengan jumlah sebanyak 8.783 kejahatan, yang terdiri dari Kejahatan Konvensional sebanyak 8.622 kejahatan, Trans Nasional sebanyak 79 kejahatan, Kejahatan terhadap Kekayaan Negara sebanyak 69 kejahatan dan Kejahatan Berimplikasi Kontijensi sebanyak 13 kejahatan.

Sedangkan tahun 2016, jumlah kejahatan sebanyak 7.839 yang terdiri dari Kekahatan Konvensional sebanyak 7.702 kejahatan, Trans Nasional sebanyak 73, Kejahatan terhadap kekayaan negara 62, Kejahatan berimplikasi Kontijensi sebanyak 2 kejahatan.

Baca : Pemprov NTT Tunggu Surat Balasan Mendagri Terkait Status Badan Perbatasan

“Tren kejahatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur antara tahun 2015 dengan tahun 2016 menurun menjadi 920 kasus atau turun 10,75 persen,” katanya.

Dia menguraikan, kejahatan konvensional turun menjadi 920 kasus kejahatan atau 10,67 persen, kejahatan trans nasional turun menjadi 6 kejahatan atau 7,59 persen, kejahatan terhadap kekayaan negara turun menjadi 7 kejahatan atau 10,14 persen, kejahatan kontijensi turun menjadi 11 kejahatan atau 84,61 persen.

Sunaryo menambahkan, Polda NTT dengan segala keterbatasan yang ada, telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan tugas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan serta melakukan tindakan-tindakan tegas kepada oknum-oknum yang terbukti melakukan penyimpangan.

“Kepada semua stakeholders, warga masyarakat dan rekan-rekan wartawan, selaku Kapolda NTT saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih atas segala masukan, kontrol, kritik saran dan berbagai partisipasinya selama ini kepada Polda NTT,” tandas Sunaryo.