Bank NTT Cabang Atambua Berbagi Kasih Natal Dengan Panti Asuhan Onoboi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2016 mendatang, Bank NTT Cabang Atambua melakukan kegiatan berbagi kasih dengan anak-anak Panti Asuhan Pusat Rehabilitasi Hidup Baru (PRHB) Onoboi, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antar Negara RI-Timor Leste.

Kegiatan berbagi Kasih Natal yang dilaksanakan pada Sabtu 17 Desember 2016 lalu, pukul 15.00 Wita dihadiri Pimpinan Cabang, Wakil pemimpin cabang beserta para pimpinan Capem dan segenap karyawan/karyawati serta Ibu-ibu Perwabant dan anak-anak Bank NTT Cabang Atambua.

Dalam acara tersebut, Bank NTT bersama Perwabant memberikan bingkisan Natal kepada anak-anak panti Asuhan sebagai ungkapan peduli kasih sayang di hari Natal. Tidak aja itu anak-anak panti Asuhan juga dihibur dengan oleh segenap karyawan serta anak-anak Bank NTT dengan bernyanyi, bermain, demikian juga dengan anak-anak panti yang menghibur dengan menunjukan kreatifitas mereka lewat bermain musik dan bernyanyi.

Demikian hal tersebut disampaikan Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, L.K. Gonsalves Atie kepada media ketika dihubungi, Kamis (22/12/2016).

Baca : Bank NTT Cabang Atambua Gandeng Kejari Belu Tangani kredit macet

Menurut Atie, kegiatan berbagai kasih dengan anak-anak panti rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kasih sayang kita terhadap mereka. Kegiatan tersebut tidak tidak saja terpusat pada satu tempat, tapi selalu roling dalam setiap tahun dan itu juga dilakukan untuk anak-anak yatim yang beragama lain.

“Setiap menyongsong hari raya Natal bank NTT selalu rutin mengadakan kegiatan berbagi Kasih Natal seperti yang kita lakukan untuk anak-anak di panti Asuhan Onoboi kemarin,” ujar dia.

Dijelaskan, selain itu juga kegiatan ungkapan peduli lewat berbagi kasih bersama anak-anak panti Asuhan di Onoboi bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak Bank NTT untuk bisa melihat dunia diluar dan bersyukur, dimana masih terdapat banyak anak-anak dengan kekurangan fisik dan mental yang membutuhkan perhatian.

“Kita diterima para Suster yang mengelola panti dan merawat anak-anak. Kita berikan dengan hati yang iklas tanpa melihat berapa besar dan jumlah bantuan yang diberikan. Setidaknya bantuan yang kita berikan bisa meringankan beban dan memenuhi kebutuhan mereka di panti,” ucap Atie.