Ferry Kase ; Pancasila Merupakan Landasan Utama

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pembangunan karakter bangsa harus dilakukan secara kohoren melalui proses sosialisasi, pendidikan dan pembelajaran, pemberdayaan serta kerja sama seluruh komponen bangsa dan negara.

Penegasan itu disampaikan Anggota MPR RI, Ferry Kase ketika melakukan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan bersama warga Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antara Negara Indonesia dan Timor Leste pada Kamis kemarin.

Dihadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta masyarakat setempat, Ferry tekankan bahwa untuk mewujudkan prinsip persamaan, keadilan, pancasila dapat memperkuat kebebasan, persamaan dan hak-hak sipil dan politik dasar bagi warga negara yang hidup berbangsa dalam negara Indonesia.

“Kedudukan dan fungsinya sangat fundamental bagi negara dan bangsa Indonesia. Maka dalam pembangunan karakter bangsa, pancasila merupakan landasan utama,” tegas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura itu.

Baca : Dinas Kesehatan Diminta Waspadai DBD di Kota Kupang

Jelas Ferry, berkarakter pancasila berarti masyarakat bangsa Indonesia memiliki ciri dan watak religius, humanis, nasionalis, demokratis dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai fundamental ini menjadi menjadi sumber nilai luhur yang harus dikembangkan dalam pendidikan karakter bangsa kita.

“Sosialisasi ini penting dilakukan, mengingat masih terdapat banyak warga kita yang belum paham tentang empat pilar itu,” tutur dia.

Dikatakan, keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan merupakan suatu keniscayaan dan tidak bisa dipungkiri oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI tetap jadi penyemangat demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang tegak dan berdaulat.

Lagi Ferry tekankan bahwa, sebagai warga Indonesia kita sepatutnya berbangga dan mensyukuri karena memiliki empat pilar kabangsaan. Jiwa nasionalisme kita jangan pudar, karena itu harus dan terus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang ditinggalkan para pejuangan bangsa di masa silam, sehingga tetap tegar dan kokoh.