Polisi Diminta Segera Ungkap Motif Dibalik Penyerangan Siswa di Sabu

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pihak kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta segera mengungkap motif dibalik peristiwa berdarah penyerangan terhadap sejumlah siswa SD di Kabupaten Sabu Raijua.

“DPRD NTT mengimbau Kapolda NTT dan Kapolres Kupang untuk secepatnya mengungkap identitas pelaku agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson O. Matara saat rapat lintas fraksi menyikapi peristiwa tersebut di ruang rapat pimpinan DPRD NTT, Selasa (13/12/2016) petang.

Kejadian berdarah yang dilakukan oknum tak dikenal yang melukai tujuh orang siswa Kelas II dan V SDN 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, mendapat perhatian serius DPRD Provinsi NTT.

Nelson menegaskan, DPRD NTT prihatin dan mengutuk keras kejadian berdarah di Sabu Raijua. Karena itu, DPRD mendukung pemulihan keamanan di Kabupaten Sabu Raijua dan mengimbau kepada seluruh Polres di wilayah NTT untuk menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing agar masyarakat tidak terprovokasi.

“Agar masyarakat tetap tenang dan selalu berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang ada agar keamanan tetap terjaga,” harap dia.

Baca : Ketua Sinode GMIT Kecam Tindakan Penyerangan Siswa di Sabu Raijua

Dia menambahkan hingga saat ini motif peristiwa menyedihkan itu belum terungkap. Dan karena itu, diharapkan Kapolda NTT dan jajarannya segera mengungkap motifnya dibalik peristiwa itu agar diproses secara hukum.

Pada Selasa 13 Desember 2016 sekitar pukul 08.00 Wita sejumlah orang tak dikenal tiba-tiba masuk ke dalam ruang Kelas II dan V SDN I Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Pelaku bernama Irwansyah asal Bekasi, Jawa Barat itu menyerang tujuh orang siswa dan menggorok leher mereka dengan sebilah pisau. Para korban bersimbah darah karena mengalami luka yang cukup serius dan hingga kini mereka masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Seba.

Sementara pelaku dilaporkan tewas dihakimi massa di sel tahanan Polsek setempat pada Selasa 13 Desember petang. Peristiwa itu sedang ditangani pihak kepolisian.