MUI Kutuk Penyerangan Anak Sekolah Di Sabu Raijua

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyikapi kasus yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua Propinsi NTT, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, mengutuk dengan keras dan sangat menyayangkan kasus penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada saat kegiatan belajar mengajar. Aksi yang telah merenggut nyawa siswa sekolah di Kabupaten Sabu Raijua merupakan aksi biadab dan terkutuk.

“Anak adalah aset bangsa dan merupakan pelanjut peradaban bangsa, oleh karena itu segala bentuk kekerasan terhadap anak akan merusak masa depan bangsa Indonesia,” Kata Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim menanggapi Aksi Kekerasan yang tergolong sadis di Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (13/12/2016), pagi tadi.

Dikatakan, Meskipun sudah ada undang-undang perlindungan anak, namun kekerasan terhadap anak di Indonesia tetap saja terjadi dengan berbagai macam modus/latar belakang. Untuk itulah sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, MUI NTT menyatakan sikap terkait kasus kekerasan terhadap anak di Sabu Raijua sebagaimana berikut.

Mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan sekolah terutama saat berlangsung kegiatan belajar-mengajar sebagai tragedi kemanusiaan. Mendesak kepada pemerintah dan pihak keamanan untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menemukan pelakunya, menguak motivasi tindakan tersebut dan segera diumumkan ke publik sehingga mengurangi keresahan masyarakat Sabu Raijua serta dalam rangka validasi informasi kepada publik NTT khususnya Sabu Raijua.

Baca : AJI Minta Media Bijak Siarkan Sidang Kasus Ahok

Menghimbau kepada masyarakat Sabu Raijua dan NTT secara umum untuk tetap tenang dan mempercayakan penuh kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk bekerja secara porfesional dalam mengungkap misteri kasus ini. Menghimbau kepada umat beragama di Sabu Raijua dan NTT secara umum agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami segera berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama lintas agama dan pemerintah untuk saling menjaga dan merawat kerukunan umat beragama yang sudah terjalin selama ini. Menghimbau kepada masyarakat untuk menunggu dengan tenang informasi yang valid dan tindak lanjut dari pihak kepolisian demi kejelasan/kepastian hukum,” ujarnya.

Ketua MUI juga Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang sifatnya belum pasti dalam bentuk provokasi sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kami berharap anak-anak korban kekerasan cepat mendapat penanganan medis yang profesional dan cepat dipulihkan baik secara fisik maupun trauma psikis.