Sembilan Luka, Bentrok Warga Dua Desa di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bentrok antar warga Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat dan Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor terjadi, Minggu (11/12/2016) sekira pukul 14.30 Wita.

Akibat insiden di jalur menuju Kota Kupang itu mengakibatkan sembilan warga yakni empat warga termasuk Sekdes Rinbesihat dan lima warga Desa Leontolu mengalami luka serius pada bagian kepala, wajah depan, kaki dan punggung terkena sebatan parang.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, insiden perkelahian antar warga dua Desa yang bertetangga yang berujung perdarahan diduga dipicu balas dendam akibat aksi pemotongan terhadap Lamber warga Desa Rinbesihat oleh sekelompok pemuda Desa Leontoludi punggung belakang.

Saat itu, korban Lamber bersama ibu kandungnya dari arah Nurobo hendak menuju ke Ribensihat. Namun setibanya di jalur Leontolus langsung dihentikan salah seorang pemuda yang diketahui benrama Exel warga Leontolus bersama sekelompok pemuda dan korban langsung ditebas menggunkan benda tajam mengenai punggung hinga luka menganga. Usai membacok korban, sekelompok pemuda itu langsung melarikan diri dan korban langsung dibawa lari ke Rumah Sakit Halilulik untuk mendapatkan perawatan medis.

Keluarga korban yang mendengar kejadian tersebut tidak menerima dan dibawah pimpinan salah seorang paman korban, Silvester Loro Sekdes Rinbesihat bersama masyarakat menyerang pemukiman masyarakat Desa Leountolu sekitar pukul 15.30 Wita secara diam-diam membawa parang. Mendengar ada penyerangan, pemuda warga Desa Leontolus pun melakukan aksi perlawanan menggunakan barang tajam yang mengakibatkan jatuh korban di kedua belah pihak.

Beruntung pihak Kepolisian Polres Belu dipimpin Kabag Ops Akp Apolonario Da Silva langsung mendatangi tempat kejadian dan membubarkan warga kedua Desa yang terlibat aksi perkelahian menggunakan barang tajam berupa parang.

Baca : Hasil Uji Kompetensi 29 Pejabat Esalon II Belum Diserahkan ke Pemkab Belu

Insiden yang memakan korban luka langsung ditangani pihak Polres Belu. Para korban luka berat dan ringan yakni, Silvester Loko (Sekdes), Dus Abatan, Marten dan Jordan warga Rinbesihat dan korban warga Leuntolu, Amaro, Antonio, Joao, Bernado dan Jhoni langsung diefakuasi warga ke Rumah Sakit Umum Atambua guna mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Sementara itu para pelaku sekelompok pemuda berjumlah empat orang yang melakukan aksi awal membacok korban Lamber belum tertangkap lantaran melarikan diri usai kejadian tersebut dan hingga kini masih menjadi buronan pihak Polres Belu. Dari kejadian tersebut pihak Kepolisian berhasil mengamankan sembilan warga untuk dimintai keterangan terkait tawuran warga dua desa tersebut.

Aparat Polres Belu dibantu TNI dari Danramil 06/Halilulik bersama anggota dan anggota Polsek Tasbar dan Raimanuk langsung mengamankan situasi di masing-masing Desa yang bertikai dan suasana dari kemarin hingga hari ini kondusif masih dijaga aparat keamanan.

Anggota DPRD Belu Dapil setempat Cypri Fahik yang dihubungi media di Sukabitetek, Senin (12/12/2016) mengatakan, kejadian pertikaian warga dua Desa tersebut telah ditangani pihak berwenang dan suasana di lokasi kedua Desa telah berangsur normal.

“Kami kembali dari Atambua sudah kejadian warga Rinbesi dan Leountolu berkelahi dan beruntung pihak Kepolisian langsung datang dan mengamankan lokasi,” ujar dia.

Fahik berharap, pihak berwenang yang tengah menangani kejadian tawuran warga dua Desa tersebut secepatnya menyelesaikan kasus dan menangkap para pelaku yang menyebabkan awal terjadinya kasus penyerangan itu.

“Intinya permasalahan cepat terselesaikan secara hukum dan setelah itu kita akan cari jalan keluar secara adat untuk mendamaikan warga dua Desa itu,” kata dia.