PLN Gelar Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Pemasangan Listrik Pedesaan di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri beserta rombongan melakukan Workshop Penyusunan Roadmap Listrik Pedesaan untuk mensukseskan Program Indonesia Terang dimana semua desa harus berlistrik pada 2019 mendatang.

Menurut Machnizon, PLN membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyampaikan kondisi masing – masing Pemda di daerah itu, yang nantinya turut medampingi serta melakukan pengawasan dalam membangun listrik pedesaan.

“Tidak hanya listrik desa, tetapi juga berupa infrastruktur Jaringan Tegangan Menengah 2.392 kms, Jaringan Tegangan Rendah, dan Gardu sebanyak 1.474 buah dengan total kapasitas 73 MVA,” kata Machnizon pada Workshop dilaksanakan di ruang rapat Sekda NTT, Rabu (7/12/2016).

Machnizon mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan agar pihaknya dapat mengetahu pemetaan untuk mendukung desa berlistrik, saat ini jumlah desa yang sudah berlistrik adalah 2.064 dari 3.270 desa.

Baca : Sembilan Luka, Bentrok Warga Dua Desa di Perbatasan Belu

“Ini berarti masih ada 1.206 desa di NTT yang belum berlistrik, namun harapan kami ini harus 100 persen sudah berlistrik di tahun 2019, mari bersama sinergi untuk mencapai harapan bersama,“ ungkap Machnizon.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Alexander Sena mewakili Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PLN yang terus mengupayakan kelistrikan dan akses energi bagi masyarakat NTT.

“Kita ketahui bersama bahwa dengan segala keunikan dan potensi yang ada di NTT ini, sudah semakin membaik dan semoga dengan adanya workshop ini memberikan manfaat,” ujar Sena.

Bupati Rote Ndao, Leonard Haning yang hadir pada kesempatan itu, juga turut memberikan tanggapan serta memberi sejumlah masukan terkait program listrik pedesaan untuk menerangi seluruh wilayah di Indonesia tersebut.

“Saya sangat antusias akan adanya forum seperti ini yang dimulai dari sekarang kita bisa memetakan dan mengantisipasi kendala yang akan dihadapi dan semoga semangat ini berkelanjutan jadi setelah program ini terpenuhi kita bisa mengatakan, habis gelap terbitlah terang,” tutup Leonard.