Warga Derok Faturene Dapat Pengobatan Gratis dan Pasar Murah Dari Kodim 1605/Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ratusan warga Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu mendapat pengobatan gratis, sunatan massal dan pasar murah yang digelar Kodim 1605/Belu.

Rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut bertempat di lapangan Kantor Desa Derok Faturene, Lelowai wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Kamis (8/12/2016).

Menurut Dandim 1605/Belu, Letkol Czi Nurdihin Adi Nugroho, pelaksanaan kegiatan bakti sosial hari ini bagi warga Derok Faturene merupakan hari kedua kegiatan dalam rangka memperingati hari juang kartika Kodim 1605/Belu tahun 2016.

“Ini hari kedua Kodim 1605/Belu melalui koramil 1605-06/Halilulik melaksanakan kegiatan bhakti sosial meliputi khitanan massal,pengobatan gratis dan kegiatan pasar murah,” jelas Dia kepada NTTOnlinenow.com.

Baca : Bangun Taman Doa, Pemkab TTU Andalkan Wisata Religi

Jelas Nugroho, tentang hari juang kartika itu telah ada ketika Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dimana perjuangan tersebut bukan hanya dilakukan oleh tentara saja tetapi seluruh lapisan mayarakat.

“Bentuk perjuangan disaat ini adalah dalam bentuk atau wujud membantu masyarakat melalui kegiatan bhakti sosial ini dan semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat,” ujar dia.

Kesempatan itu Pjs Kades Derok Faturene, Alfridus Bauk menyampaikan terimakasih kepada Kodim 1605/Belu yang peduli terhadap warga dengan melakukan kegiatan pengobatan gratis, sunatan massal dan pasar murah.

“Masyarakat sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan bakti sosial. Diharapkan kedepan kegiatan baksos terus dilaksanakan untuk warga desa lain yang berada di pelosok,” ujar dia.

Untuk diketahui, dalam pengobatan gratis tersebut sebanyak 161 warga mendapat pelayanan kesehatan dan sunatan massal sebanyak 18 warga. Pelaksanaan kegiatan bhakti sosial itu tidak lepas dari peranan unsur TNI Kodim 1605/Belu,Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif 641 R/Bru, Kesehatan TNI(RumkitBant), Pemerintah Desa Dan Kecamatan, peranan dari Keuskupan Atambua dengan melibatkan Manner Niko dari Belanda, peranan Pengusaha, LSM, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh masyarakat Desa Derok Faturene.