Pembangunan di Tapal Batas terganggu, Ternak Masih Berkeliaran Kontraktor Resah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Meko
Wini, NTTOnlinenow.com – Pembangunan untuk menata wilayah perbatasan tepatnya di Desa Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur, belum didukung sepenuhnya oleh warga setempat karena ribuan ternak masih bebas berkeliaran. Pengelola proyek (PT PRIMA) yang telah menanam bunga berbagai jenis sepanjang kurang lebih 1 km ludes dimakan ternak.

“Dalam as jalan ini telah ditanami dengan beberapa jenis tanaman hias tapi nampaknya belum bisa tumbuh karena selalu dimakam kambing, sapi dan atau disungkur oleh babi warga. Karena itu hari ini saya datang kepada bapak RT untuk membicarakan masalah ini”, ungkap Kasi Trantib Kecamatan Insana Utara, Niko Noru, Rabu (07/12/2016).

Baca : Sembilan PLBN akan Diresmikan Pertengahan Desember 2016

Dalam kesempatan tersebut, RT 01/RW 01, Yoseph Tote Keno jua mengakui keliaran ternak ternak tersebut. “kami sedang berpikir untuk pindahkan ternak-ternak ini. Kami memang mau dibangun dan kami senang dengan semua yang telah dibangun tapi kami belum siap untuk kandangkan ternak-ternak ini”, tutur RT Keno mengakui.

Pantauan NTTOnlinenow.com di Banuru, Desa Wini, ada beberapa warga yang menawarkan solusi, warga secara gotong royong akan memagar tanaman bunga ditengah dua jalur sebelum mendapat lokasi baru untuk menjadi rance bagi ribuan ternak warga.

Sementara pihak pengelola proyek yang tak mau disebutkan namanya mengakui kesal dengan tanaman yang ludes diembat ternak. “kesal sekali pak, tapi mau gimana? Kami ini orang baru yg diminta datang untuk membangun, tapi nampaknya yang tetap kokoh berdiri adalah tanaman beton tapi untuk tanaman hias itu seperti ini, kita makan hati. Kalau ada niat warga untuk karantinakan semua ternak maka itu kita salut tapi kapan ya”, kata Mas yg tak ingin disebutkan namanya.