TNI Akan Bentuk Organisasi Pemuda Pelopor Perbatasan di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam waktu dekat Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang bersama Kodim 1605/Belu akan membentuk sebuah organisasi pemuda pelopor perbatasan di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste.

“Kita sudah bicarakan dengan Kodim 1605/Belu untuk bentuk organisasi pemuda pelopor perbatasan di wilayah Belu,” ungkap Dansatgas Yonif 641 R/BRU, Letkol Inf.Wisnu Herlambang dalam coffe break bersama media cetak dan elektronik di Aula Mako Satgas, Umanen, Jumat (2/12/2016).

Menurut Wisnu, pembentukan organisasi tersebut sangat penting di wilayah perbatasan Belu dengan negara tetangga RDTL. Pasalnya peran aktif pemuda di perbatasan untuk tegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Nantinya kita juga akan berikan materi-materi tentang bela negara dan cinta tanah air bagi para pemuda pelopor. Hal itu dimaksudkan agar jiwa nasionalisme para pemuda di perbatasan terhadap bangsa Indonesia tidak pudar,” ujar dia.

Baca : Mutasi Pejabat Masih Menunggu Koordinasi

Tidak saja itu, jelas Wisnu para pemuda juga akan dilibatkan dalam patroli bersama TNI guna melakukan pengecekan batas patok negara Indonesia di setiap garis perbatasan dan membantu dalam mengawasi perlintasan. Selain itu juga pemuda pelopor akan berperan aktif dalam berbagai program kemanusian yang digelar TNI.

“Seperti kegiatan baksos, bersihkan rumah-rumah ibadah serta lainnya dan itu akan kita libatkan mereka pemuda pelopor perbatasan,” tutur dia.

Tambah Wisnu, kurang lebih lima bulan bertugas menjaga wilayah perbatasan pihaknya berhasil mendapatkan 12 senjata api jenis springfield, enam rakitan laras panjang, tiga rakitan laras pendek dan satu buah meriam peninggal jaman perang portugis, dan diserahkan kepada kita tanpa paksaan.

“Ini berkat dari sosialisasi, anjangsana yang kita lakukan selama ini. Kita berikan pengertian masyarakat tidak diperkenankan menyimpan senjata api karena itu bisa membahayakan diri dan mereka sendiri sadar menyerahkan senpinya ke kita,” terang Wisnu.