Satgas Yonif 641 R/BRU Panen Simbolis Ubi Ungu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL, Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang melakukan panen simbolis ubi ungu di kebun contoh ubi ungu yang terdapat di Mako Satgas, Umanen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antara Negara Indonesia dan Timor Leste, Jumat (2/12/2016) pagi.

Ubi tersebut ditanam diatas lahan kosong kurang lebih seluas 1,5 hektare. Budidaya tanaman itu mulai dilakukan Batalyon asal Kota Singkawang sejak empat bulan lalu bertugas menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan Belu dan negara tetangga Timor Leste. Budidaya ubu tersebut sebagai bentuk mendukung program Pemerintah Kabupaten yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Pantauan NTTOnlinenow.com, sebelum dilakukan panen simbolis ubi ungu acara didahulukan dengan senam pagi bersama dan tebe bersama dengan personel Satgas Yonif 641, Pemkab Belu, Pimpinan Forkompinda, Pimpinan SKPD, Yonif Raidersus 744/SYB, Pimpinan BUMN, Organisasi FKPPI serta seluruh insan pers baik media cetak maupun media elektronik yang ada di Belu, juga pertandingan foot sal dan volly bersama antar instansi.

Selesai acara dilanjutkan dengan panen ubi ungu bersama oleh Dansatgas Yonif 641 R/Bru, Wakil Bupati Belu, Kasdim 1605/Belu, Kapolres Belu, Danki Subden Brimob Atambua, Plh Kadistanbun Belu, Kepala BPP Belu, Pimpinan RRI Atambua, Pimpinan BRI Cabang Atambua, Perwakilan Bea Cukai, Imigrasi, Pengadilan Negeri Atambua, Perwira staf Satgas Yonif 641 dan Polres Belu serta undangan lainnya.

Wabup J.T Ose Luan menyampaikan apresiasi kepada Satgas RI-RDTL Yonif 641 yang sukses melakukan budidaya ubi ungu selain melaksanakan tugas pokok menjaga wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

“Di Mako Satgas diperkenalkan ubi ungu, dimana telah ditanam sampai ke beberapa pos-pos perbatasan juga dibagi kepada warga. Promosi ini tentunya telah melalui analisa potensi daerah untuk solusi terhadap kekeringan juga antisipasi ketersediaan kebutuhan pangan di musim paceklik,” ujar dia.

Terkait gencar budidaya ubi ungu yang dilakukan Satgas, jelas Luan TNI dimanapun berada akan selalu bersama rakyat. Sekian hektar lahan kosong telah disulap menjadi kebun ubi ungu dan ini contoh yang efektif untuk masyarakat agar ikut membudidaya serta mengembangkan ubi tersebut.

Baca : Aksi doa bersama 212 di Indonesia jadi perhatian dunia

“Kita menyambut baik gebrakan Satgas dan mendukung apa yang telah dilakukan kepada masyarakat selama ini,” sebut mantan Sekda itu.

Sementara Dansatgas Letkol Inf.Wisnu Herlambang dalam coffe break bersama media massa mengatakan, selain bertugas mengawal keutuhan NKRI di wilayah perbatasan, pihaknya juga mempunyai komitmen nilai yang harus diberikan kepada masyarakat Belu yakni kegiatan berkebun dengan mengembangkan budidaya ubi ungu.

“Yang kita lakukan tadi pagi itu bukan jumlah panen, tapi contoh kepada masyarakat, bagaimana harus keluar dari ketertinggalan yakni apa yang sebenarnya tidak bisa dilakukan ternyata bisa dilakukan dengan budidaya ubi ungu. Kita TNI tidak dibekali dengan ilmu pertanian, tapi ide-ide yang kita munculkan bisa berkebun ubi ungu dan ini bisa dilakukan juga oleh masyarakat,” ucap dia.

Jelas Wisnu, budidaya ubi ungu mulai dari proses menanam hingga tumbuh dan merawat sangat sederhana, dan itu kembali pada kemauan bekerja. Berbagai usaha yang telah dilakukan termasuk baksos merupakan program Satgas selain tupoksi utama yang dikemas dalam TNI peduli masyarakat perbatasan dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat yang berada di pelosok desa-desa.

“Kita belum ada yang bersifat kerja sama langsung. Kita ingin Satgas punya nilai dimata masyarakat dan ini akan kembangkan terus sampai purna tugas. Yang kita wariskan adalah sikap, kinerja dan contoh kepada masyarakat. Warisan ini akan kita titipkan ke Satgas yang mengganti agar terus dikembangkan di tengah masyarakat,” tandsa Wisnu.