Pemkab Belu Dinilai Tidak Serius selesaikan Kasus Pilkades Lawalutolus

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu dinilai tidak serius dalam menyelesaikan kasus Pilkades Lawalutolus yang hingga kini masih belum tuntas.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Belu, Martin Nai Buti saat dihubungi usai menerima pengaduan puluhan warga Desa Lawalutolus, Kamis (1/12/2016).

Dikatakan, kasus Pilkades Lawalutolus sudah berlarut-larur dan kedatangan warga Desa Lawalutolus hari ini sudah yang keempat kalinya. Sebelumnya telah dilakukan klarifikasi bersama Pemkab namun tidak ada penyelesaian yang pasti buat.

Baca : 108 Surat Suara Sah Tidak Dihitung, Masyarakat Lawalutolus Tolak Pleno Pilkades

“Masa kasus desa lain tuntas, tapi kok Lawalutolus tidak tuntas. Kasihan ini masyarakat kecil mereka jauh-jauh datang ke DPR sudah yang ketiga kali dijanjikan Pemkab. Tapi sampai hari ini masalah belum tuntas karena Pemkab tidak ada yang hadir,” ujar Martin.

Martin meminta Sekda Belu harus mengambil sikap tegas guna penyelesaian kasus Lawalutolus dan tidak boleh diintervensi terkait jabatannya sebagai ketua panitia Kabupaten.

Sementara itu Simon Manek perwakilan warga Desa Lawalutolus usai bertemu Komisi 1 DPRD Belu meminta agar hasil Pilkades Lawalutolus dihitung ulang.

“Hari ini kami datang ke DPR untuk bantu fasilitasi kasus yang belum tuntas ini. Kami tidak puas 108 suara sah yang tidak dihitung itu tidak ganggu figur lain,” ujar dia.

Jelas Manek, kemarin kami telah menyurati Pemda dalam hal ini Bupati dan Wabup Belu dan tembusan ke DPRD juga beberapa instansi lain terkait penolakan penegasan hasil penyelesaian keberatan terhadap proses pemilihan Kades Lawalutolus

“Kami menolak Kades terpilih dan minta Pemda lakukan perhitungan ulang. Apabila tidak hitung ulang, maka pelantikan Kades terpilih dibatalkan,” pinta Manek.