Baru 60 Persen Tenaga Kerja di Kota Kupang Menjadi Peserta BPJS

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dari data yang ada pada dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nekertrans) Kota Kupang, pada tahun 2015, terdapat 19.255 tenaga kerja yang terdapat di Kota Kupang yang bekerja pada 1.580 perusahaan besar dan kecil, dari jumlah itu, baru sebanyak 11.002, atau 60 persen tenaga kerja yang telah terdaftar keanggotaannya di BPJS Ketenagakerjaan.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang Yerry Padji Kana kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (29/11/2016).

Yerry menjelaskan, perusahaan yang telah mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah perusahaan yang sudah mendapatkan sosialisasi mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bekerja sama dengan BPJS Cabang Kupang.

Baca : Lima Kelurahan di Kota Kupang Segera Dimekarkan

Menurutnya, Disnakertrans lebih memprioritaskan perusahaan besar dan sedang untuk lebih dahulu mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab tenaga kerja di perusahaan tersebut dari sisi upah dianggap sudah cukup baik karena sudah disesuaikan dengan upah minimum provinsi (UMP).

Dia menyebutkan, regulasi mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan tenaga kerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan menjadi peserta, sangat membantu tenaga kerja dalam melaksanakan tugas. “Bila terjadi kecelakaan kerja, mereka diproteksi walau baru jadi peserta satu bulan,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan terus mendorong perusahaan untuk mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Setelah melaksanakan sosialiasi, Disnakertrans biasanya memperoleh masukan dari perusahaan.

Dia menambahkan, dari 19.255 tenaga kerja yang tersebar pada 1.580 perusahaan di Kota Kupang, sebanyak 11.002 tenaga kerja telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah itu sudah lebih dari 50 persen, yang artinya, para pekerja telah menyadari bahwa menjadi peserta mereka terbantu, paling tidak bisa meningkatkan kesejahteraannya. Sebab, ketika mereka sakit tidak banyak mengeluarkan biaya karena sudah diproteksi oleh BPJS Ketenagakerjaan.