30 Dokter Jantung dari Malaysia Batal Ikut Tour de Timor

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com
– Sebanyak 30 dokter jantung dari Malaysia batal mengikuti ajang balap sepeda Tour de Timor Indonesia yang mengambil titik star di Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang karena takut rencana demonstrasi 2 Desember 2016 di Jakarta.

Kepala idang Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Eden Klakik sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (30/11/2016).

Eden mengatakan, peserta dari Malaysia yang nota bene berprofesi sebagai dokter jantung itu takut tidak bisa kembali ke negara mereka karena unjuk rasa di Jakarta. Pasalnya, peserta dari Malaysia tersebut akan transit di Bandara Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan penerbangan ke Kupang.

“Kekuatiran peserta dari luar negeri ialah jika terjadi apa-apa di bandara akan mengganggu kepulangan mereka ke negara asal,” kata Eden.

Baca : Satgas Pemberantasan Pungli Polres Mabar OTT di Dinas PPO

Padahal, lanjutnya, para dokter tersebut sudah mendaftar sebagai peserta Tour de Timor Indonesia yang digelar pada 30 November sampai 3 Desember di Pulau Timor. Mereka juga dijadwalkan memberikan layanan tentang jantung sehat kepada warga di setiap etape.

“Tidak hanya Malaysia, sejumlah peserta dari Singapura juga membatalkan keikutsertaan mereka di ajang tersebut. Dengan demikian, dari sekitar 120 peserta yang mendaftar, kini tersisa sekitar 50 orang,” terang Eden.

Dia menyampaikan, para peserta Tour de Timor Indonesia berasal dari Bandung, Kediri, Yogjakarta, dan Bali. Mereka dilepas dari Atambua, ibu kota Kabupaten Belu menuju etape pertama di Betun, ibu kota Kabupaten Malaka. Dari sana mereka menuju Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Dari etape kedua, mereka menuju etape ketiga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebelum tiba di Kupang pada 3 Desember.

“Tour de Timor bertujuan memperkenalkan destinasi wisata di Pulau Timor kepada peserta. Di setiap etape, peserta akan diterima secara adat dengan suguhan tarian-tarian dan atraksi seni budaya lainnya,” papar Eden.