Satgas Yonif 641 R/BRU Gencar Budidaya Ubi Ungu di Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonif Raider 641/Beruang asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat gencar melakukan budidaya ubi ungu di daerah penugasan Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Dalam kegiatan bakti sosial TNI peduli masyarakat perbatasan, Sabtu (26/11/2016) di Desa Dafala, Kecamatan Tastim, Satgas membagikan 1000 anakan bibit ubi ungu kepada warga Desa Dafala dan Lo’okeu Kecamatan Tasbar untuk dibudidayakan dilahan masing-masing.

Dansatgas Yonif 641 R/Bru Letkol Inf, Wisnu Herlambang didampingi Dandim 1605/Belu Letkol Czi Nurhidin Adi Nugroho, Kapolsek Tastim, Danpos Dafala Lettu Inf Agus Arifin, Danpos Lo’okeu Serka Mansyur, perangkat Desa, tokoh agama, tokoh adat serta masyarakat melakukan penanaman anakan ubi ungu di kebun ubi ungu milik Pos Dafala Satgas Yonif Raider 641/Bru.

Menurut Letkol Inf, Wisnu Herlambang, budidaya ubi ungu yang dilakukan satuannya sebagai wujud mendukung program Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kegiatan hari ini sudah yang kelima kali budidaya ubi ungu.

“Jadi selain melaksanakan tugas pokok, kami juga mempunyai tugas untuk melaksanakan pembinaan teritorial yang dikemas dalam baksos seperti pengobatan massal gratis, sunatan massal, pemberian buku Alkitab dan sembako untuk warga Desa Dafala dan Lo’okeu,” urai Wisnu.

Baca : Program Baksos Tidak Hanya Bersifat Kemiliteran Tapi Memberdayakan Warga

Dijelaskan, inti dari pelaksanaan baksos ini Yonif Raider 641/Beruang sedikit berupaya untuk membantu keringanan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan. Singkatnya kami ingin ajak bapa ibu sekalian untuk menjadi diri sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan juga sebagai wujud dari penjaga wilayah kedulatan bangsa di tapal batas.

Kesempatan itu Wisnu titipkan pesan kepada warga, apabila personel yang melaksanakan tugas di Desa Dafala dan Lo’okeu ada yang tidak sesuai dengan adat masyarakat tolong dibertahukan, mungkin belum paham dengan adat istiadat dalam desa.

“Kalau ada yang menyakiti hati rakyat laporkan kepada saya biar saya bina. Kita datang bukan untuk menambah kesulitan rakyat, tapi untuk membantu meski dengan sedikit kamampuan yang dimiliki,” tegas Wisnu.

Sementara itu, Hendrikus mewakili warga Dafala dan Lo’okeu menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Satgas Yonif Raider 641/Beruang atas kepedualian melalui pemberian berbagai bantuan secara gratis kepada warga.

Dalam baksos itu Satgas membagikan sebanyak 150 paket sembako, 100 buku Alkitab bagi warga Dafala dan Lo’okeu. Sementara yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 132 orang warga serta sunatan massal 32 pelajar dari tingkat SD dan SMP setempat.