Kesadaran Kolektif Tingkatkan Profesionalisme Guru

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Wakil Gubernur NTT, Drs.Benny A. Litelnoni,SH,M.Si membacakan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada acara HUT PGRI ke-71 dalam peringatan Hari Guru Nasional ke-22, di GOR Oepoi, Kupang, Jum’at (25/11/2016), pemerintah bertekat meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik.

“Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Saya berharap, hal ini dapat berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja para guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Ke depan perlu segera dirumuskan kebijakan, agar sebagian tunjangan profesi guru bisa diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru melalui pelatihan dan usaha guru belajar mandiri.” Begitu kata Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny A. Litelnoni,SH,M.Si.

Perayaan dua hari besar nasional itu mengambil tema *’Membangun Kesadaran Kolektif Guru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.’*

“Sejak ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, maka secara resmi Guru dinyatakan sebagai pekerja profesional. Harus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras, agar pekerjaan guru di negara kita betul-betul sebagai pekerjaan profesional di masa yang akan datang” lanjut Beny mengingatkan empat ribuan guru se-Kota Kupang yang hadir dalam acara pagi tadi.

Baca : Bank Indonesia Sosialisasi Mata Uang Rupiah di Belu Perbatasan RI-RDTL

Lebih jauh, Benny memuliakan jasa para guru. Disebutnya bahwa, Pemerintah setiap tingkatan terus memberi perhatian lewat beberapa kebijakan strategis, untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermatabat dan terlindungi.

“Berbanggalah menjadi seorang guru. Lewat tangan para Guru, Pamong dan Tenaga Kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui peserta didik di sekolah, di sanggar-sanggar belajar, kita akan menentukan masa depan bangsa ini. Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru. Karena rotan itu, saya bisa berdiri di sini sebagai Wakil Gubernur” ujar Benny terharu membandingkan pola didik jamannya sebelum ada HAM.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan, Beny Mauko, S.Pd melaporkan setidaknya enam kegiatan diselenggarakan, untuk memeriahkan dua hari istimewa bagi para pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Ada lomba paduan suara yang sudah dimulai tanggal 18 November, melibatkan 15 tim dari enam kecamatan. Pawai karnaval dilaksanakan pada 19 November. Jalan Santai berhadiah berlangsung pada tanggal 22 November lalu.

Ada juga dialog interaktif di TVRI, ziarah ke TMP Dharma Loka, hingga puncak acara hari ini.

Pada puncak acara itu juga diluncurkan Jurnal Cendana oleh DPD PGRI NTT, sebagai media tulis menulis guru dan buku Manajemen Berbasis Sekolah, karya Ibu Sarlota Koroh. Adv Biro Humas Setda NTT