Gubernur Minta Masyarakat NTT Tidak Terprovokasi Berita di Medsos

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk tidak cepat terprovokasi dengan pelbagai berita yang disajikan media sosial (Medsos), terutama berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Ahok.

Permintaan ini disampaikan Gubernur Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Selasa (22/11/2016).

Lebu Raya mengatakan, pemberitaan yang ditayangkan medsos tidak boleh langsung dipercaya sebagai kebenaran utuh. Hendaknya dilakukan analisa dan dikritisi secara mendalam, barulah bersikap untuk mempercayakan pemberitaan itu bila diyakini kebenarannya.

“Saya senang dengan masyarakat NTT karena sudah lebih cerdas dan dewasa dalam menyikapi masalah nasional,” kata Lebu Raya.

Lebih lanjut orang nomor satu NTT ini menyatakan, sikap cerdas masyarakat NTT itu bukan berarti masyarakat takut dengan masalah nasional. Sikap itu menunjukkan masyarakat NTT sudah sangat dewasa dalam menyikapi urusan kebhinekaan.

Lebu Raya mengapresiasi lahirnya forum kebhinekaan yang diprakarsai anak- anak muda NTT. Masyarakat tetap menyuarakan dan menjaga nilai- nilai dasar negara Pancasila. Karena pada lambang negara burung Garuda, tercantum tulisan soal kebhinekaan. Apalagi NTT merupakan cikal bakal lahirnya Pancasila. Itulah yang membuat NTT lebih mengedepankan aspek kebhinekaan.

“Jika kita mengakui adanya kebhinekaan, maka kita harus juga akui adanya keberagaman. Ini tidak bisa diingkari. Yang terpenting, kita saling menghargai satu sama lain,” papar Lebu Raya.

Dia menyatakan, pengakuan para pendahulu akan adanya kebhinekaan, menjadikan negara ini diproklamirkan sebagai negara besar. Apalagi negara ini diperjuangkan dan diproklamirkan dengan air mata dan darah. Karena itu, kebhinekaan dalam konteks negara kesatuan RI harus dipertahankan.