Timor Leste Bebaskan Dua WNI, Besok Dipulangkan Ke Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Setelah ditahan selama 78 hari, akhirnya Pemerintah Timor Leste membebaskan dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Belu. Antoneta Goncalves dan Tomasia Elisa Tilman dibebaskan, Jumat (18/11/2016) setelah menjalani masa tahanan di Prisao (Lembaga Pemasyarakatan) Sub Distric Gleno, Distrik Ermera Timor Leste.

Kedua Ibu tersebut ditangkap aparat keamanan Timor Leste di wilayah Batugade, Distric Bobonaro pada hari Kamis tanggal 1 September lalu. Lantaran tidak memiliki dokumen resmi saat masuk ke wilayah Timor Leste melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Belu keduanya langsung ditahan.

Kabar dibebaskannya dua warga Indonesia asal perbatasan Belu itu dibenarkan oleh Atase Kepolisian Republik Indonesia KBRI, Kombes Pol, Bharata Indrayana yang berada di Dili, Timor Leste, Jumat (18/11/2016).

“Iya betul, hari ini mereka dua dibebaskan. Saya bersama dua ibu sudah berangkat dari Gleno menuju ke KBRI di Dili,” ucap dia.

Dikatakan, sebelum dipulangkan ke Indonesia keduanya akan diserahkan ke KBRI karena masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan. Setelah selesai proses semuanya baru akan diantar pulang oleh KBRI ke Atambua besok Sabtu melalui PLBN Mota’ain.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi NTT Diperkirakan Masih Berada Diatas Lima Persen

Terpisah perwakilan keluarga melalui Mariano Parada selaku Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu ketika dihubungi media membenarkan kabar dua warga Indonesia asal Belu yang telah dibebaskan Pemerintah Timor Leste.

“Kita sudah terima informasinya dari KBRI di Dili bahwa, hari ini Dua Ibu yang ditahan telah bebas dan sekarang berada di KBRI. Besok Sabtu tanggal 19 September KBRI akan antar mereka dua ke Atambua dan keluarga akan jemput di pintu batas Mota’ain,” ujar dia.

Dua Ibu yang dibebaskan hari ini jelas Parada, merupakan upaya yang dilakukan pihak keluarga dari kedua Ibu tersebut yang sejak awal membangun komunikasi secara rutin dengan pihak Pemerintah Timor Leste, Menistru Enterior (Mendagri) Timor Leste, KBRI di Dili dan TNI-Polri melalui Agent Konsul Timor Leste di Atambua. Tidak saja itu juga kita juga lakukan koordinasi dengan Pemda Belu, Kodim 1605/Belu dan Polres Belu.

“Mulai dua Ibu ditahan sampai dibebaskan, kita terus berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Timor Leste melalui Konsul yang ada di Atambua juga Pemda Belu dan TNI-Polri dalam hal ini Dandim Belu dan Kapolres Belu,” jelas dia.