Kementerian PA-PA Akui Perdagangan Orang Terus Meningkat

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bukan saja meningkat jumlah kasusnya, tetapi modusnya pun semakin terus berkembang. Untuk itu perempuan muda dan anak-anak agar jangan muda tertipu rayuan manis dengan gaji yang tinggi untuk bekerja di luar negeri, sebab berdasarkan pengalaman yang dialami kebanyakan TKI/TKW, bukan keuntungan yang didapat tetapi nasip malang yang sering menimpa mereka.

Demikian dikatakan Asisten Deputi Tindak Pidana Perdagangan Orang Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA), Budi Prabowo pada acara Optimalisasi Gerakan Perempuan Dalam Pemenuhan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Sebagai Upaya Pencegahan Perdagangan Orang, yang di selenggarakan oleh Rumah Perempuan Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang dengan didukung oleh Kementerian PP dan PA di Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (17/11/2016).

Budi mengatakan, tindak pidana perdagangan orang suatu kejahatan yang saat sudah sangat luar biasa terhadap kemanusiaan, namun sayangkan, karena selama ini lebih fokus pada penanganan korban, dan pemberdayaan korban, sementara pencegahan disektor hulu sangat kurang, maka itu melalui Kementerian PP dan PA mempunyai program unggulan namannya 3M yakni Menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Menghapus tindak pidana perdagangan orang, serta Menghapus kesenjangan ekonomi pada perempuan.

Baca: Dinsos Kota Kupang Mengamankan Dua Penderita Sakit Jiwa Dijalanan

Dalam program 3M, kata Budi, Kementerian PP dan PA tidak hanya bermain pada hilirnya atau penanganan korban, tetapi harus mulai dari pencegahannya, karena setelah dicermati dan dianalisis program pemerintah masih kurang membawa dampak di masyarakat dalam hal tindak pidana perdagangan orang, serta kurang menyentuh langsung di masyarakat.

Oleh karena itu Kementerian PP dan PA saat ini berusaha masuk ke daerah atau wilayah yang di indikasi menjadi daerah hulu atau pengirim dengan harus masuk ke masyarakat untuk bertemu masyarakat. Sebab sekarang hampir tidak ada provinsi yang bebas dari tindak pidana perdagangan orang, bukan hanya sebagai daerah pengirim tetapi sudah menjadi daerah transit dan penerima.

Pemerintah tidak melarang untuk bekerja di luar negeri tetapi harus punya ketrampilan. Sebulan lalu waktu kami ke Indramayu mendapat informasi ada 10 warga dari Indonesia yang jatuh dari lantai 28, lantai 30 dan lantai 35, di Hongkong, padahal rumah warga kita selalu menempel dengan tanah, namun tenaga kerja yang dikirim bekerja di luar negeri bukan bekerja diperusahan tetapi di rumah tangga seperti di Hongkong rata-rata rumahnya di apartemen dengan ketinggian hampir 60 lantai, dan tenaga kerja dari Indonesia disuruh bekerja membersihkan jendela dilantai 29, pekerjaan tersebut sebanarnya bukan pekerjaan seorang wanita, tetapi karena sewa pembersih kaca mahal harganya, maka TKI/TKW yang disuruh bergelantungan membersihkan kaca, sehingga terjadilah insiden karena tenaga kerja kita tidak pernah melakukan pekerjaan seperti itu, bahkan selama training pelatihan mereka tidak pernah dilatih membersihkan digedung-gedung pencakar langit,”ujarnya.

Oleh karena itu, Budi mengahimbau, kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar tidak mudah tergiur dengan tawaran dari para calo perekrut TKI/TKW dengan iming-iming gaji besar di luar negeri terutama dengan persyaratan yang mudah, sebab modus seperti itu merupakan penipuan.