Inflasi Tahunan NTT Lebih Rendah dari Nasional

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Perkembangan inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga bulan Oktober 2016 masih relatif terjaga. Nilai inflasi tahunan NTT hanya sebesar 2,93 persen (year on year/ yoy) lebih rendah dibanding inflasi nasional yang sebesar 3,31 persen.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga dalam Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTT dan Perkembangan Ekonomi Daerah Serta Diseminasi Asumsi Makro Provinsi NTT, yang diselenggarakan di Kupang, Kamis (17/11/2016).

Menurut Tigor, perkembangan inflasi di Provinsi NTT dalam rentang waktu 2010-2015 mencatat angka rata-rata 6,8 persen (yoy) atau masih di atas nasional yang sebesar 5,85 persen (yoy). Dalam kurun waktu tersebut, NTT sempat mencatatkan prestasi dengan pencapaian angka inflasi di bawah nasional pada tahun 2014.

“Secara tahunan, NTT saat ini menjadi provinsi terendah ke-14 di Indonesia dan nomor dua terendah berdasarkan posisi inflasi berjalan. Secara tahunan berjalan Januari-Oktober, tercatat deflasi sebesar 0,23 persen jauh lebih rendah dibandingkan nasional 2,11 persen,” katanya.

Tigor mengungkapkan, pencapaian tersebut mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dengan pemberian penghargaan kepada TPID Provinsi NTT sebagai TPID Terbaik di Kawasan Timur Indonesia. Sementara itu, menurut rilis Badan Pusat statistik (BPS) terakhir, inflasi di Provinsi NTT pada Oktober 2016 mencatat inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/ mtm) atau 2,93 persen (yoy).

“Namun secara kinerja tahun berjalan masih tercatat deflasi sebesar minus -0,24 persen. Pencapaian inflasi bulan Oktober terutama didorong oleh komoditas volatite food terutama daging ayam ras, sawi putih dan buncis. Jika dilihat secara kinerja tahunan, inflasi di Provinsi NTT dapat dikatakan cukup baik,” ungkapnya.

Baca: FKF NTT Tuntut Rizieq, Ahmad Dhani dan Buni Yani Ditangkap

Tigor yang juga adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT itu mengatakan, Sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi, TPID Provinsi NTT telah menyusun sebuah roadmap yang berisi upaya-upaya dan rencana kerja pengendalian inflasi untuk periode 2016-2018.

Alur pikir yang digunakan dalam penyusunan adalah dengan melakukan identifikasi permasalahan melalui analisis time series, analisis peristiwa atau data historis, pemetaan komoditas dan identifikasi masalah.

“Selanjutnya setelah diketahui komoditas-komoditas yang parsisten mendorong inflasi, dilakukan analisis alternatif solusi dengan mempertimbangkan beberapa dokumen rencana program yang telah disusun,” katanya.

Dia menyebutkan, rencana program yang telah disusun, diantaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Tujuh Program Pengendalian Inflasi (7P), Lima Pilar TPID, Semboyan Pengendalian Inflasi Daerah 4K, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Alternatif-alternatif solusi yang dihasilkan tersebut, lanjut dia, kemudian dituangkan dalam sebuah roadmap guna mendukung target pencapaian inflasi nasional sebesar 4 plus minus 1 persen (2016-2017) dan 3 plus minus 1 persen (2018) serta pencapaian target inflasi di Provinsi NTT sesuai RPJMD Provinsi NTT yaitu: 4,4 – 4,8 persen (2016); 4,3 – 4,7 persen (2017); dan 4,1 – 4,5 persen (2018).