Bupati Belu: Perlu Ditingkatkan Pelayanan Kesehatan di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay mengemukakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Belu dengan negara tetangga Timor Leste harus ditingkatkan.

“Ini perlu ditingkatkan, apalagi saat ini indeks pelayanan kesehatan di rumah RSUD Gabriel Manek Atambua belum mencapai prosentasi indeks pelayanan kesehatan secara nasional,” ungkap Lay dalam sambutan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKSN), Rabu (16/11/2016) bertempat di Puskesmas Silawan, Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat.

Indeks pelayanan kesehatan secara nasional jelas Lay telah mencapai 70 persen. Khusus di wilayah Belu indeks pelayanan kesehatan pada RSUD Atambua belum mencapai standar indeks pelayanan secara nasional.

“Harusnya kondisi ini memotivasi kinerja pelayanan kesehatan agar lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang,” tegas dia.

Baca: Pemerintah Harus Serius Tangani Penyerobotan Tanah di Perbatasan RI-RDTL

Dikatakan bahwa, belum maksimalnya pelayanan kesehatan di wilayah Belu dikarenakan masih terdapat beberapa kekurangan yang menjadi kendala di beberapa tempat pelayanan kesehatan.

Seperti pada beberapa Puskesmas yang belum memiliki tenaga Dokter, juga belum memiliki fasilitas lain seperti penerangan listrik. Tidak saja itu, hak yang menjadi upah para kader posyandu yang belum dihargai dengan honor sebesar Rp 100 perbulan.

“Ini kekurangan-kekurangan yang akan Pemerintah penuhi kedepan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat maksimal,” ujar Lay.

Kesempatan itu, Bupati Lay juga memberikan apresiasi kepada Rosa Deli salah seorang bidan pada Puskesmas Silawan atas keberhasilannya mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan menjadi salah satu bidan terbaik di wilayah Kabupaten Belu.

“Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ucap dia.