Warga Alak Penkase Keluhkan Distribusi Air PDAM

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Warga Kecamatan Alak, Kota Kupang, khususnya yang berada di Kelurahan Penkase mengeluhkan distribusi air oleh PDAM Kota Kupang. Pasalnya sudah lebih dari sebulan, masyarakat tidak lagi mendapat distribusi air, padahal masyarakat Alak umumnya sangat kesulitan mendapat air bersih, dan distribusi air dari PDAM merupakan satu-satunya yang bisa dimanfaatkan warga.

“Kemarin saya mendapat pengaduan dari banyak warga di Gereja, sudah sebulan lebih air PDAM tidak pernah jalan. Memang sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh PDAM untuk didistribusi kepada warga asin. Tetapi warga sangat membutuhkan air dari PDAM untuk sekedar mandi dan cuci. Kalau untuk minum memang tidak bisa,” Kata Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Kristian Baitanu, kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang.

Menurutnya, pasca PDAM tidak mendistribusi air kepada warga Penkase, umumnya warga mengalami kesulitan air khusus, untuk mandi dan cuci. Mau mengandalkan mobil tangki harganya selangit bisa mencapai Rp.150 ribu, hal itu yang membuat warga Alak Penkase banyak yang mengeluh.

“Kalau untuk minum, banyak depot air minum yang bisa dimanfaatkan oleh warga. kesulitannya kalau untuk mencuci mandi mandi dan keperluan lain. Warga umumnya memesan tangki air tapi harganya selangit. Kalau warga yang mampu tentu tidak jadi masalah, tetapi bagi yang tidak mampu tentu menjadi masalah,” Katanya.

Baca: Ketua DPRD NTT Kecam Aksi Teror Bom Gereja di Samarinda

Untuk itu, Kata Baitanu, warga Alak Penkase, sangat mengharapkan pihak PDAM segera kembali mendistribusi air kepada pelanggan. Kalau tidak melalui PDAM minimal ada perhatian dari pemerintah Kota Kupang.

“Saya mendengar pihak PDAM biasa membantu warga dengan mendistribusi melalui mobil tangki milik PDAM. Kalau bisa warga Alak Penkase juga mendapat distribusi air lewat mobil tangki untuk membantu mereka,” Ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM yang ditemui terpisah mengaku, distribusi air untuk warga Alak Penkase sengaja dibatasi karena kondisi air tidak lagi memenuhi syarat untuk di Konsumsi. Menurutnya, pihaknya sudah bersurat kepada pelanggan maupun informasi lisan, tentang penghentian distribusi karena kadar sadinitasnya sudah melewati ambang batas normal.

“kami tidak bisa lagi mendistribusi karena kadar sadinitas air sangat tinggi. Lewat surat kami juga sudah menyampaikan bahwa kondisi air tidak bisa lagi di konsumsi masuk ke tubuh. Bahkan mandi pun kami tidak menyarankan. Air dari sumber air di Kantor Lurah Penkase tidak bisa dimanfaatkan untuk konsumsi dan mandi, kecuali untuk mencuci. Dengan alasan itu kami lebih memilih untuk tidak mendistribusikan air, dari pada pelanggan yang menjadi Korban,” ujarnya.

Dirinya berharapa hujan segera turun agar kondisi ketersediaan air kembali normal sehingga pihak PDAM bisa mendistribusikan air kepada pelanggan di Alak, Penkase.