KPK Tangkap Bupati Sabu Raijua di Jakarta

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/11) malam menangkap Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Penangkapan ini setelah Dira Tome ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah(PLS) tahun 2007 Dinas Pendidikan NTT.

Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak menyampaikan ini kepada wartawan yang dihubungi dari Kupang, Selasa (15/11/2016).

Yuyuk mengatakan, Dira Tome ditangkap karena diduga menghalang- halangi saksi dalam kasus korupsi dana PLS yang menjeratnya senilai Rp77 miliar. Setelah ditangkap, Dira Tome langsung dibawa ke markas KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya, Dira Tome sudah ditangkap tadi malam (Senin,14/11 malam) di Jakarta. Saat ini lagi diperiksa di KPK,” kata Yuyuk.

Dia menyampaikan, pemeriksaan yang sedang berlangsung terhadap Dira Tome ini masih dalam status tangkapan. “Untuk penahanan akan diinformasikan atau diumumkan lagi setelah diperiksa,” ujar Yuyuk.

Ketua KPK, Agus Rahardjo sebelumnya mengumumkan penetapan kembali Dira Tome sebagai tersangka korupsi. “KPK beberapa hari lalu menetapkan kembali saudara Dira Tome sebagai tersangka,” ujarnya.

Agus membenarkan jika Dira Tome pernah menang praperadilan melawan KPK ketika saat itu telah menetapkannya sebagai tersangka. Namun, penyidik KPK kembali menemukan dua alat bukti yang cukup menetapkan Dira Tome sebagai tersangka.

Baca: Kepala Dinas Parekraf NTT Dapat Peringatan Keras

Untuk diketahui, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Nursyam mengabulkan gugatan praperadilan Dira Tome terhadap KPK, Rabu (18/5). Dalam putusan itu, hakim meminta KPK sebagai termohon untuk segera mencabut Sprindik Nomor: Sprin.Dik/49/01/10/2014 tanggal 30 Oktober 2014, tetang penetapan tersangka.

“Penetapan tersangka terhadap pemohon tidak sah. Pasalnya, KPK melanggar Pasal 8, UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK,” kata Nursyam.

Kasus ini berawal dari laporan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Demokrat, Anita Yacoba Gah. Anita melaporkan dugaan korupsi dana PLS senilai Rp77 miliar pada 2007.

Kasus ini ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri Kupang setahun kemudian. Namun, Kejari Kupang tidak menemukan bukti dan menutup kasus. Pada 2011, kasus ini dibuka kembali Kejari Kupang dan diambil alih oleh Kejati NTT.

Pada Oktober 2014, kasus ini diambil alih KPK untuk ditindaklanjuti dan menetapkan Dira Tome sebagai tersangka. Namun Dira Tome baru diperiksa oleh KPK pada 15 Agustus 2015, setelah ditetapkan tersangka sejak Oktober 2014.