Massa Pendukung Sahabat Demo di KPU dan Panwaslu Kota Kupang,

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyikapi Keputusan Panwaslu Kota Kupang tanggal 7 November 2016 yang merugikan pasangan Calon, Paket Sahabat (Jonas-Salean-Nikolaus Fransiskus), Forum Solidaritas Masyarakat Kota Kupang Peduli Demokrasi, yang merupakan pendukung Paket Sahabat, melakukan aksi unjuk rasa damai di Kantor Panwaslu Kota Kupang, dan Kantor KPU Kota Kupang.

Aksi itu diikuti Ratusan Masa pendukung yang disertai oleh sejumlah pengurus Parpol dari enam parpol pendukung di Koordinir oleh Thom Tulle selaku Koordinator pendemo

Aksi pertama dilakukan di Kantor Panwaslu Kota Kupang, massa yang datang ke Kantor Panwaslu langsung ingin bertemu dengan anggota Panwaslu, namun niat itu ditahan oleh puluhan anggota kepolisian yang berjaga di kantor tersebut. Karena diminta terus menerus, aparat kepolisian kemudian berkoordinasi dan diijinkan sebanyak 10 orang untuk masuk dan berdialog dengan anggota Panwaslu. 10 orang yang dijinkan masuk adalah enam orang dari perwakilan partai politik, dan empat orang dari masyarakat pendukung paket Sahabat. Namun sayangnya, ketika utusan para pendemo masuk kedalam kantor Panwaslu tidak ada satupun anggota panwaslu yang berada di kantor tersebut.

Para perwakilan pendemo lantas keluar kembali menuju tempat massa berkumpul. Massa yang ada kemudian melakukan aksinya lewat orator Soikan Tabaing membacakan tuntutan dari masa pendemo. Tuntutan pertama masa menolak keputusan panwaslu tertanggal 7 November 2016 yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat karena bertentangan dengan norma hukum, seperti Surat edaran Bawaslu Pusat dan Rekomendasi Panwaslu pada 22 Oktober 2016.

Baca: Paket Sahabat Terus Berkampanye

Tuntutan yang kedua Forum menilai bahwa keputusan panwaslu Kota Kupang berpotensi konflik horizontal karena tidak adil dan merugikan salah satu pihak. Mereka juga mendesak bawaslu pusat membatalkan keputusan panwaslu Kota Kupang dan membekukan atau meberhentikan anggota panwaslu kota Kupang, serta mengesahkan Bawaslu Provinsi NTT untuk mengambil alih tugas dan kewenangan panwaslu kota Kupang. Selain itu, masa mendesak bawaslu provinsi NTT untuk berkoordinasi dengan KPU Provinsi untuk menegakan aturan Pilkada yang adil dan bermartabat, serta mendesak KPU Kota Kupang, dan KPU Provinsi untuk tidak melaksanakan putusan panwaslu demi terwujutnya pilkada yang berkeadilan.

Karena tidak ada satupun anggota Panwaslu di Kantor Panwaslu, para pendemo kemudian meninggalkan kantor Panwaslu, namun sebelum meninggalkan Kantor Panwaslu masa sempat melemparkan telur busuk dan tomat busuk sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap putusan panwaslu.

Usai di mendemo di Kantor Panwaslu masa kemudian bergerak melakukan aksinya melakukan aksi damai di Kantor KPU, sesampainya di Kantor KPU, lewat oratornya, Sokan Taibang, massa kemudian meminta untuk bertemu dengan anggota KPU Kota Kupang. Permintaan itu dikabulkan oleh anggota Kepolisian yang kemudian sebanyak 10 orang diijinkan masuk dalam kantor KPU Kota Kupang. Namun sayangnya ketika para utusan masuk dan bertemu, tidak ada satupun anggota komisioner dari lima anggota yang ada, sehingga para utusan kembali keluar dengan tangan hampa.

Turut Hadir dalam aksi demo itu Ketua Tim Koalisi Paket sahabat, Yeskial Loudoe, Sekertaris DPC PDIP, Selly Tokan, Ketua DPC Hanura, Melkianus Balle, Wakil Ketua DPD Golkar NTT, Anwar Pua Geno, Ketua Bappilu Golkar Kota Kupang Zeyto Ratuarat, Sekertaris DPD II, Golkar, Okto Putirulan, berserta sejumlah anggota partai dari enam partai pendukung.