Ekonomi NTT Tumbuh 5,14 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, perekonomian daerah itu pada triwulan III 2016 terhadap triwulan III 2015, tumbuh sebesar 5,14 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia saat menggelar jumpa pers tentang pertumbuhan ekonomi NTT triwulan III 2016 di Kupang, Senin (07/11/2016).

Menurut Maritje, perekonomian NTT yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2016 mencapai Rp 15,49 triliun.

Ekonomi NTT sampai dengan triwulan III 2016 tumbuh 5,19 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan gas sebesar 14,35 persen.

Dari sisi lapangan usaha, jelas Maritje, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan gas sebesar 19,08 persen, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 7,60 persen.

“Secara kumulatif, pertumbuhan PDRB NTT hingga triwulan III-2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,19 persen,” katanya.

Dia menyampaikan, dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2016 dibandingkan triwulan III-2015 (y-on-y) didorong oleh semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan gas yang tumbuh sebesar 19,08 persen.

Sementara, lanjut dia, bila dibandingkan dengan triwulan III-2016 terhadap terhadap triwulan sebelumnya atau triwulan II mengalami pertumbuhan sebesar 5,44 persen (q-to-q). Dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha terjadi pada Pertambangan dan Penggalian sebesar 11,63 persen.

Baca: Agustus 2016, Pengangguran di NTT Capai 76,6 Ribu Orang

“Sedangkan, dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Konsumsi LNPRT sebanyak 7,83 persen dan pembentukan modal tetap Bruto sebesar 5,62 persen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, struktur ekonomi NTT triwulan III 2016 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Ketuhanan, dan Perikanan sebesar 12,38 persen dan perdagangan besar dan eceran, reparasi modal dan sepeda motor sebesar 11,21 persen. Sedangkan, dari sisi Pengeluaran didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 71,85 persen.

Kabid Statistik Sosial BPS NTT, Martin Suanta menambahkan, triwulan I, II, dan III tahun 2016 (C to C) pertumbuhan terjadi hampir di semua kegiatan ekonomi. Baik listrik dan gas 14,35 persen; Akomodasi makan dan minum 11,63 persen; Konstruksi 8,66 persen.

“Sumber pertumbuhan tertinggi triwulan I-III yakni administrasi pemerintahan dan pertahanan jaminan sosial wajib sebesar 0,93 persen, konstruksi 0,91 persen dan perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,77 persen,” katanya.

Martin menambahkan, distribusi PDRB menurut pengeluaran triwulan III tahun 2016, yakni konsumsi rumah tangga 71,85 persen, import barang dan jasa 60,10 persen, pembentukan modal tetap Bruto 44,02 persen, konsumsi pemerintah 25,20 persen, ekspor barang dan jasa 15,32 persen konsumsi LNPRT 3,08 persen dan konsumsi perubahan inventori 0,62 persen.