Setelah Manado, Diaspora NTT Dukung Ahok-Djarot

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mensukseskan pilkada DKI Jakarta, kemarin siang tanggal 27 Oktober 2016 di Capitol Building telah sepakat untuk mendeklarasikan pernyataan dukungan diaspora NTT kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat/Ahok-Djarot yang telah ditetapkan oleh penyelengggara pilkada DKI 2017 sebagai pasangan calon tetap.

Sikap masyarakat diaspora NTT ini merupakan kelompok diaspora ke dua setelah beberapa waktu yang lalu masyarakat diaspora Minahasa/Manado mengadakan konsolidasi dukungan pilkada damai, anti sara dan dukungan untuk Ahok-Djarot di Senayan Jakarta.

“ASPIRASI INDONESIA, mengapresiasi sikap sejumlah tokoh masyarakat diaspora NTT di Jakarta (Melki Mekeng, Gaudens Wodar, Zakaria Kleden, Marsel Wawo, Hadi Djawas, dkk.) yang dalam pertemuan konsolidasi,” Kata Jubir Aspirasi Indonesia, Petrus Salestinus.

Dikatakan, Perlunya konsolidasi untuk menyatukan dukungan kepada Ahok-Djarot, karena paket pasangan calon ini merupakan simbol kebhinekaan, kebangsaan, persatuan dalam kebhinekaan yang pada hari-hari ini berada dalam ancaman untuk dinegasikan oleh kelompok tertentu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Warga masyarakat diaspora NTT, Manado dan lain-lain di Jakarta, sangat berkepentingan dengan persoalan kebhinekaan dalam bernegara di dalam pilkada DKI Jakarta ini, oleh karena ikrar sumpah pemuda 1928 bukan hasil konsensus satu kelompok, akan tetapi merupakan hasil konsensus para pemuda yang berasal dari berbagai suku, agama, budaya dll. untuk tetap hidup berdampingan secara damai dalam NKRI walaupun berbeda-beda tetapi bersatu,” Ujarnya.

Baca: Wagub Benny Litelnoni Resmikan Gedung Gereja Lahairoi Kuanheun

Oleh karena itu, Lanjut Salestinus, ASPIRASI INDONESIA, mendukung sikap warga diaspora  Manado dan NTT di Jakarta yang sudah menyatakan sikap mendukung pilkada demokratis, damai dan anti sara. ASPIRASI INDONESIA, sangat berkepentingan untuk mengajak semua komponen masyarakat diaspora  lintas Provinsi lainnya di Jakarta untuk bersatu, demi mewujudkan pilkada DKI Jakarta yang benar-benar damai dan demokratis serta memenuhi  asas-asas pemilukada yaitu langsung, umum, bebas, adil, jujur dan rahasia demi menjaga kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa kita. Komitmen untuk  menempatkan pilkada DKI Jakarta 2017  menjadi pilkada yang sukses melahirkan miniatur demokrasi, miniatur kebangsaan dan miniatur kebhinekaan bangsa Indonesia, harus didukung oleh semua pihak.

Menurutnya, Masyarakat diaspora Manado dan  NTT di Jakarta yang merupakan bagian dari kebhinekaan itu telah menyatakan tekad dan dukungannya,  sehingga ASPIRASI INDONESIA, mengajak warga diaspora  di Jakarta dari wilayah lainnya untuk  menyatukan seluruh potensi yang ada guna mendukung Pilkada yang damai, demokratis,  pluralis (menghargai perbedaan dalam kebhinekaan), sebagaimana kondisi kebhinekaan yang ada di  Manado dan di  NTT  yang senantiasa menghargai, menghormati dan menjaga kebhinekaan sebagai sesama anak bangsa. Sekali lagi paket paslon Ahok-Jarot adalah paket miniatur kebangsaan, miniatur demokrasi dan miniatur kebhinekaan, biar berbeda-beda tetapi tetap bersatu, satu bahasa, satu tanah air dan satu bangsa yaitu Indonesia.

Ini bukti bahwa mayoritas warga DKI Jakarta lintas budaya, suku dan agama  sudah sepakat dan memiliki komitmen tinggi untuk mengawal dan memenangkan pasangan calon Ahok-Djarot menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017. Tugas menjaga kebhinekaan/kemajemukan bangsa ini, harus menjadi tanggung jawab kita semua, dan hal itu harus diwujudkan dalam pilkada DKI Jakarta 2017, maskipun terdapat upaya keras dari kelompok tertentu yang sedang membangun rasa permusuhan, anti kemajemukan dan membangun sara, sekaligus mengancam persatuan sebagaimana cita-cita sumpah pemuda 1928.

Dalam konteks itu, maka tanggal 28 Oktober 2016, bertepatan dengan hari Sumaph Pemuda, “Aspirasi Indonesia” mengajak semua komponen bangsa untuk tetap mencintai perbedaan, kemajemukan dan kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa kita dalam mewujudkan dan memperkokoh persatuan Indonesia. Hari ini kita memperingati hari Sumpah Pemuda  yang dideklarasikan oleh Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah para pemuda Indonesia yang sudah teruji oleh berbagai macam sikap destruktif dari beberapa kelompok yang merasa tidak diuntungkan oleh kemajemukan ini. Namun demikian semangat sumpah pemuda selalu berhasil dan terbukti dengan melahirkan negara ini dalam kebhinekaan dan tetap bersatu serta berhasil mempertahankannya hingga saat ini.