Sumur Resapan Solusi Ketersediaan Air Tanah di Kota Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul kemarau panjang yang terjadi saat ini, sumur resapan merupakan solusi tepat untuk menjaga ketersediaan air tanah di Kota Kupang.

“Sejak awal menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Kupang, saya sudah merancang program pembuatan sumur resapan bagi setiap rumah tangga di Kota Kupang,” Kata Kepala BLHD Kota Kupang, Eben Ndapamerang, kepada NTTOnlinenow.com di Balai Kota Kupang, Kamis (27/10/2016).

Menurutnya, ketersediaan air tanah di Kota Kupang sudah semakin menipis. Hal ini bisa dilihat dari besarnya banjir setiap musim penghujan karena tidak adanya penahan air, sehingga air terbuang percuma kelaut. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya lapisan tanah yang sudah tertutup dengan paving blok, maupu semenisasi permukaan tanah oleh pemukiman penduduk dan fasilitas umum, sehingga air hujan yang turun tidak merasap kedalam tanah, tetapi terbuang percuma ke laut.

Baca: Dana “Sharing” Pembebasan Lahan Bendungan Kolhua Batal Didistribusi

Dikatakan, BLHD tengah mempersiapkan himbauan kepada masyarakat Kota Kupang agar bisa membuat sumur resapan disetiap rumah tangga. Sumur resapan yang dibuat tidak harus besar, tetapi hanya berukuran sekitar 1 meter persegi saja, agar air limbah rumah tangga, maupun hujan bisa masuk kembali ketanah. Selain itu, Kata Eben, pihaknya juga berencana membuat semacam jebakan air disemua sungai dan kali yang ada di Kota Kupang. Rencana pembuatan jebakan air agar tidak terbuang percuma kelaut sudah disampaikan kepada Walikota Kupang, dan Walikota sudah menyetujuinya, dan tinggal menunggu waktu pelaksanaanya.

“Didalam rencana kerja, jebakan air semacam terasering akan dibuat setiap seratus meter disetiap sungai dan kali. Sehingga air tidak terbuang percuma kelaut,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek mengatakan, Kota Kupang harus memiliki banyak embung serta bendungan-bendungan kecil di sungai, agar air hujan yang turun maupun air sungai yang mengalir, tidak mengalir begitu saja hingga ke laut, tetapi bisa ditampung sedemikian rupa agar teresap ke dalam tanah menjadi air tanah,” ujarnya.

ia juga meminta, masyarakat Kota Kupang juga harus berperan aktif menjaga ketersediaan air bersih, dengan membangun kesadaran diri untuk bisa membuat sumur-sumur resapan di halaman rumahnya masing-masing.