Mutasi Kepala Sekolah SMA/SMK di Masa Transisi, Guru Mengadu ke DPRD Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu akan segera memanggil Pemerintah Kabupaten Belu untuk meminta kejelasan atas pengaduan beberapa Guru yang dimutasi dari jabatan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilakukan belum lama ini.

Pasalnya sesuai surat Gubernur NTT tanggal 25 November 2015 dan surat edaran Menteri Dalam Negeri 6 Januari 2016 poin empat menyebutkan, dalam masa transisi ini tidak melakukan mutasi baik personel (guru dan tenaga kependidikan), sarana dan prasarana termasuk fasilitas pendukung penyelengaraan pendidikan menengah dan pendidikan khusus sebelum pelaksanaan serah terima P3D dan tidak mengeluarkan ijin mendirikan sekolah baru.

“Sudah ada beberapa Guru yang mengadu. Kita tidak bisa ambil keputusan, tapi hanya fasilitasi minta penjelasan dari Pemkab terkait mutasi beberapa Kepala Sekolah,” ujar Wakil Ketua I DPRD Belu, Benedictus Halle kepada media kemarin.

Menurut Halle, terhitung tanggal 1 Oktober 2016 segala urusan SMA dan SMK di Kabupaten Belu sudah menjadi kewenangan penuh pihak Propinsi. Masalah pergantian Kepala Sekolah ini harus diselesaikan, sesuai pengaduan ada beberapa guru yang diberhentikan dari jabatan Kepsek tanpa surat keputusan.

Perjuangan Pelajar di Ujung Negeri Belu-Timor Leste Yang Rela Jalan Kaki 4 KM Untuk Sekolah

“Ini masa transisi kenapa harus mutasi. Padahal tanggal 28 September itu berkas semua SMA dan SMK sudah dikirim ke Propinsi. Kemudian tanggal 30 Septermber dilantik dan tanggal 3 Oktober Bupati ikut ke Kupang untuk penyerahannya,” beber dia.

Halle mengatakan, permasalahan tersebut akan segara dikoordinasikan sesama Dewan selanjutnya disposisikan ke Komisi terkait untuk menyurati Pemkab Belu terkait pengaduan beberapa Guru atas mutasi Kepala Sekolah SMA dan SMK tersebut. “Ada sepuluh Guru dan kita akan panggil Pemkab untuk klarifikasi biar kita bisa tahu persoalannya lebih jelas,” ucap Halle.

Seperti diberitakan sebelumnya, 8 Kepala SMA dan 3 Kepala SMK dilantik Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan bersama 52 Kepala SD dan Direktur baru Akper Belu di ruang lantai satu Kantor Bupati Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Jumat (31/9/2016) lalu.