Kontigen Peparnas NTT Raih Medali Emas Nomor 400 Meter Estafet Putra

Bagikan Artikel ini

Puteri Pariwisata NTT, Tentang Pariwisata dan Peparnas yang Menginspirasi
Bandung, NTTOnlinenow.comPeparnas  yang digelar di lapangan atletik Stadion Gelora Bandung Lautan Api , Kamis (20/10/2016), kontingen NTT berhasil merebut medali emas di nomor 400 meter estafet putra.

“Terkadang, saudara kita yang difabel ini kerap dianggap remeh. Tapi ayo, coba lihatlah ke sini, ke ajang Peparnas ini. Saudara kita yang difabel tengah mengukir prestasi di sini,” ujar Puteri Pariwisata 2014 asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Christy Anastasia, menjadi saksi bagaimana kerasnya perjuangan kontingen NTT untuk meraih yang terbaik bagi daerahnya.

Kebanggaan Christy kian bertambah setelah ia didaulat untuk mendampingi sekaligus mengalungkan medali kepada para pemenang. Semangat para atlet NTT yang berjuang di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat 2016 memotivasinya untuk terus maju.

Suasana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api berubah riuh saat Christy berjalan menuju dalam stadion. Puluhan anak sekolah dasar berbaris meminta tanda tangan Christy sekaligus berfoto bersama. Setelahnya, perempuan kelahiran 4 Juni 1995 ini tak lelah melayani orang-orang yang meminta foto, mulai dari wartawan, warga, ofisial, sampai atlet yang bertanding.

Christy memiliki dorongan yang begitu besar untuk dapat menyaksikan atlet yang hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Ia ingin memetik pelajaran hidup dari apa yang ditunjukkan atlet dengan disabilitas di Peparnas ini.

“Saya saja yang, ibarat kata–Puji Tuhan—tubuhnya sempurna, belum tentu bisa melakukan seperti mereka. Contohnya, saya yang baru satu jam kepanasan saja sudah mulai seperti cacing kepanasan. Dan mereka, mau panas, mau hujan, mau capek, mereka bisa tunjukkan yang terbaik. Tidak ada kata lain selain kata bangga atas perjuangan mereka,” kata Christy.

Baca : Kontingen Atlet Peparnas NTT Raih Delapan Medali

Christy mencontohkan bagaimana panas terik tidak membuat semangat para atlet ini surut. Usaha para atlet ini patut diapresiasi karena mereka benar-benar tidak mengenal kata menyerah. Ini pula yang membuatnya tidak menampakkan kelelahan saat menyemangati para atlet difabel.

“Barusan, di dalam hati saya berpikir,‘duh akan capek nih’. Namun pemikiran itu segera terhapus saat melihat bagaimana perjuangan mereka yang walaupun tidak sedang berkompetisi, tapi tetap berlatih di siang terik untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi yang terbaik,” ucap Christy.

Semangat dan gairah para atlet ini pun menular pada Christy yang mengaku amat terinspirasi dengan perjuangan mereka. Perempuan keturunan Ambon-Kupang ini pun berharap para atlet yang memberikan 100 persen kemampuan mereka untuk daerahnya, juga melakukan hal yang sama, atau bahkan lebih keras jika suatu saat mewakili nama Indonesia di kancah dunia.

Potensi Pariwisata
Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas yang melibatkan banyak masyarakat, serta menghadirkan banyak orang ke suatu daerah, dianggap bisa meningkatkan potensi wisata di daerah tersebut. Dalam hal ini, Christy menganggap penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV bisa meningkatkan potensi pariwisata di Jawa Barat pada umumnya. “Kegiatan ini membawa dampak untuk pariwisata. Toh, di ilmu kepariwisataan pun ini ada,” kata Christy.

Menurut Christy hal ini termasuk ke dalam meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) yang biasanya merupakan kegiatan besar dan melibatkan banyak massa. Biasanya, mereka yang terlibat tidak sekadar ikut dalam kegiatan tersebut, tetapi juga memanfaatkan pariwisata yang ada di suatu daerah.

“Apalagi di Bandung sudah terkenal dengan banyak sekali wisata kuliner, wisata alam, wisata kebudayaan. Menurut saya, ajang PON dan Peparnas ini akan membawa dampak yang sangat besar untuk kepariwisataan Bandung itu sendiri. Ataupun saat dieselenggarakan di provinsi lain, ajang PON dan Peparnas ini akan membawa dampak bagi pariwisatanya,” jelas Christy.

Untuk Peparnas XV Jawa Barat 2016, Christy berpendapat bahwa penyelenggaraannya sudah bisa dibilang baik. Salah satunya adalah yang dirasakan oleh kontingen NTT yang dibekali oleh liaison officer (LO) yang bukan cuma ramah tapi juga mengerti soal olahraga.

“Kontingen NTT bercerita kalau mereka ditemani LO yang berasal dari Bandung dan ternyata memang bersangkutan dengan olahraga karena lulusan atau mahasiswa di bidang olahraga,” kata Christy.

“Dengan hal sesimpel itu, panitia Peparnas ini benar-benar memperhatikan bahwa mereka memilih orang-orang yang punya kompetensi untuk melayani para atlet. Apalagi yang dilayani ini bisa dibilang perlu perhatian khusus untuk lebih detailnya.”

Sementara itu, untuk sarana dan prasarana, Christy mengapresiasi terkait penginapan atlet yang merupakan hotel berbintang di Bandung. Sementara itu, terkait kemacetan, Christy memakluminya karena kota Bandung merupakan kota besar yang masyarakatnya berlalu lalang dengan kendaraan.

“Yang membuat saya salut, keterbatasan seperti kemacetan dan segala macam itu justru membuat atlet lebih semangat karena mesti bangun lebih pagi dan bukan membuat mereka menjadi down,” ucap Christy. Media Center Peparnas XV 2016