Jefri Riwu Kore Menunggu 60 Hari Untuk Masukan SK Pengunduran Diri

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bakal Calon Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku sudah siap mengundurkan diri dari Anggota DPR-RI, untuk mengikuti pemilihan walikota Kupang tahun 2017 mendatang, namun dirinya mengaku belum akan memasukan Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Demokrat pada penetapan calon peserta pemilihan walikota pada 24 Oktober, mendatang, karena sesuai regulasi, batas waktu penyerahan SK Pengunduran diri 60 hari setelah ditetapkan pasangan calon oleh KPUD Kota Kupang.

“Surat Pengunduran diri sudah jauh-jauh hari saya ajukan. Dalam pendaftaran kemarin di KPU, saya juga sudah lampirkan surat pengnduran diri,” Ujar Jefri Riwu Kore, usai mengikuti Kegiatan Wisuda Akademi Pekerjaan Sosial (APS) yang berlangsung hari ini, Jumat (21/10/2016) bertempat di Hotel Maya.

Baca: Anggaran Tambahan Pilwalkot Disetujui Komisi I

Menurutnya, dirinya sudah siap mundur, tetapi dalam penetapan pasangan calon menuju pilwalkot Kupang, dirinya belum melampirkan SK pengunduran dirinya, karena masih ada tenggang waktu selama 60 hari untuk memasukan SK, sehingga dirinya masih menunggu waktu yang pas, selain DPP juga belum juga menyiapkan SK tersebut sehingga dirinya lebih memilih menunggu keluarnya SK.

“Secara pribadi saya sudah sangat siap untuk fokus pada pencalonan, demi mengabdi untuk masyarakat Kota Kupang,” Ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Kupang, Marianus Minggo yang dimintai pendapatnya, soal adanya aturan baru KPU, tentang ada tenggang waktu selama 60 hari bagi Anggota DPRD, DPR RI untuk memasukan SK pengunduran diri, mengaku, bahwa tidak ada lagi aturan soal tenggang waktu selama 60 hari bagi anggota DPRD, maupun DPR RI, untuk memasukan SK pengunduran setelah Penetapan. Para calon dari yang merupakan DPRD maupun DPR RI, wajib memasukan SK Penginduran diri saat penetapan pasangan calon.

“Tidak aturan soal tenggang waktu. Pas penetapan calon, SK Pengunduran diri sudah harus dilampirkan. Mundur ya mundur, tidak ada tenggang waktu,” Kata Minggo.