Imigrasi Atambua Deportasi 7 WNA Asal Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tujuh warga negara asing asal Timor Leste dideportasi Imigrasi Kelas II Atambua karena bermasalah melintas illegal ke wilayah Belu, Timor Barat Negara Indonesia.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Jumat (21/10/2016) pukul 16.00 Wita di Kantor Imigrasi Atambua, tujuh perempuan dewasa yang diketahui warga Batugade Timor Leste itu keluar dari Kantor dengan dikawal petugas Imigrasi.

Bersama petugas Imigrasi dibawah pimpinan Kasi Informasi dan Sarana Komunkasi, Gunawan Guntoro ketujuh WNA tersebut diantar ke pintu perbatasan Mota’ain menggunakan dua unit kendaraan.

“Kita sudah ambil keterangan dari ketujuh warga tersebut. Tidak ada tindakan pidana, mereka hanya kita kenakan tindakan administrasi keimigrasian,” ujar Gunawan sebelumnya kepada NTTOnlinenow.com.

Baca: Polda NTT Raih Rekor MURI Pelayanan SIM Terapung

Menurut dia, ketujuhnya merupakan warga yang berdomisili di batas Batugade. Saat diamankan ada delapan orang, tapi karena satunya masih anak kecil, sehingga kita tidak ambil datanya dan diserahkan kembali ke keluarganya.

“Travel dokumen ketujuh warga dari Konsulat RDTL di Atambua sudah ada. Hari ini kita pulangkan mereka. Mereka akan diterima Danpos di pintu Mota’ain setelah itu akan diserahkan ke pihak Imigrasi Timor Leste,” jelas dia.

Untuk diketahui, kedelapan warga asal Batugade-Timor Leste itu diamankan Satgas Intel di perbatasan Mota’ain pada tanggal 19 Oktober kemarin pukul 14.15 Wita karena tidak memiliki dokumen lengkap. Saat diamankan warga membawa barang belanjaan yang dibeli di Kota Atambua. Saat diambil keterangan warga mengaku masuk melalui TCL 4 lokasi pengerjaan PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, wilayah berbatasan langsung dengan Timor Leste.