DPRD Belu Agendakan Panggil Pemkab Terkait Pilkades Bermasalah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pelaksanaan Pilkades Kabupaten Belu serentak di 31 Desa pada tanggal 13 Oktober lalu meninggalkan masalah.

Pasalnya, ada beberapa Desa yang melakukan pemilihan tersebut tidak berjalan sesuai aturan, sehingga menimbulkan masalah mulai dari proses awal pencoblosan hingga perhitungan.

Ada beberapa desa seperti Lawalutolus, Mandeus Raimanus, Kecamatan Raimanuk telah menyampaikan surat pernyataan penolakan hasil Pilkades ke Pemkab Belu juga ke DPRD Belu, Rabu (19/10/2016) kemarin.

Wakil Ketua I DPRD Belu, Benedictus Halle yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com, Jumat (20/10/2016) mengatakan, ada beberapa Cakades yang telah mengadu baik secara resmi maupun lisan ke DPRD. Pengaduannya terkait penolakan hasil perhitungan dan meminta Pilkades dilakukan ulang .

Baca : Anggaran Tambahan Pilwalkot Disetujui Komisi I

“Seperti di Desa Bakus surat suara yang tembus tapi tidak merusak gambar calon lain sah, sementara di Desa Lawalutolus dinyatakan tidak sah atau terbakar. Ada juga warga yang tidak masuk DPT diberikan surat suara oleh panitia untuk ikut coblos,” ujar dia.

Jelas Halle, persoalan tersebut telah didisposisikan ke Komisi yang membidangi untuk segera melakukan klarifikasikan dengan Pemkab Belu dalam hal ini pihak Pemdes. “Kita akan duduk klarifikasi bersama, sehingga ada solusi tepat selesaikan persoalan Pilkades di beberapa Desa,” ucap dia.

Halle juga pertanyakan sosialisasi yang dilakukan dari Panitia Pilkades Kabupaten seperti apa. Harusnya ada ketegasan satu rumusan dari Pemkab terkait Pilkades. Sehingga pada saat pelaksanaan Pilkades seluruh tahapan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Panitia Kabupaten.

“Cara penghitungan di beberapa Desa sudah beda dan ini ada potensi untuk hitung ulang. Harus ada persepsi yang sama, jangan hasil hitung surat suara dua lubang di Desa satu sah sedangkan di Desa lain berbeda atau tidak sah,” pungkas dia.