KONI Manggarai, Seluruh Cabang Olahraga Diminta Benahi Organisasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com -Berangkat dari prestasi yang baru diraih oleh Maria Susanti Isabela, salah satu atlet Kempo, kelas 60 kg, asal Kabupaten Manggarai yang berhasil meraih medali emas, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX di Bandung Jawa Barat belum lama ini, maka seluruh cabang olahraga di Manggarai diminta agar mulai saat ini harus bisa melakukan pembenahan manajemen organisasi dengan baik, baik itu teknis maupun internal organisasi, karena akan sangat mempengaruhi prestasi dari cabang olahraga yang ada, kata Martinus Apri Laturake, SH ketua KONI Manggarai, kepada Wartawan, Senin (17/10/2016) di Ruteng.

Prestasi yang diraih Susanti merupakan gerbang awal bagi para atlet lainnya dari seluruh cabang olahraga yang ada untuk lebih serius dalam berlatih dan menyiapkan diri pada pekan olahraga berikutnya, katanya.

Menurutnya, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi prestasi bagi atlet adalah sistem manajemen organisasi. Jika manajemen organisasinya dikelola dengan baik, maka tentunya akan menghasilkan atlet berprestasi, sebaliknya, jika manajemen organisasinya tidak dikelola secara baik, maka akan berdampak pada anjloknya prestasi para atlet.

Dirinya berharap agar keberhasilan Susanti, dapat membawa dampak positif bagi semua cabang olahraga yang ada. “Harapannya semua cabang olahraga bisa termotivasi dari keberhasilan Susanti,” ujarnya.

Baca : Pemkab Manggarai Dorong Pangan Lokal Jadi Makanan Sehat

Karena itu, kapada semua Cabang olahraga yang ada, dihimbau agar mulai sekarang harus bisa benahi diri dan organisasinya dengan baik. Hindari kepengurusan yg bermasalah, seperti dualisme kepemimpinan internal organisasi.

“Sepanjang mereka tidak bisa manata organisasi dengan baik, maka sepanjang itu pula Koni tidak bisa masuk,” Ujarnya.

Apri, juga menyebutkan bahwa total anggaran KONI Manggarai untuk seluruh cabang olahraga hanya sebesar Rp. 750 juta.

Menurutnya anggaran itu sangat kecil. Oleh karena itu pihaknya berencana akan kembali mengusulkannya agar dinaikan. “Kita dorong semua cabang olah raga agar mereka juga bisa berprestasi,” katanya.

KONI tidak bisa sekedar bantu uang saja, tetapi harus ada perubahan prestasi. Secara umum, semua cabang olahraga itu baik dan berprestasi, seperti Tae Kwon Do, Karate, Pencak Silat.

Ia juga menyebutkan, dari sejumlah cabang olahraga, salah satu cabang olahraga, yakni Pencak Silat THS-THM (Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria) hingga kini belum bergabung dengan IPSI sehingga anggarannya belum bisa fokus, namun pihaknya berjanji akan tetap memperhatikannya.