Gubernur NTT Claudia Imelda Aot Akan Bentuk Dinas Tangani Permasalahan Anak

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Agar penanganan masalah anak bisa ditangani dengan Baik, Pemerintah Provinsi berencana membuat Dinas Baru yang khusus menangani masalah anak-anak di NTT.

Demikian Dikatakan Gubernur NTT, Claudia Imelda Aot, saat memimpin rapat bersama sejumlah Pimpinan SKPD, diruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (13/10/2016).

Claudia yang merupakan salah satu anak yang terpilih menjadi Gubernur NTT Sehari Dalam rangka perayaan Hari Anak Perempuan Internasional 2016, dan Gerakan Because i’m A girl. Yang digagas Plan Indonesia bekerja sama dengan Biro Pemberdayaan Perempuan.

Terpilihnya Claudia untuk berperan dalam kegiatan ‘Sehari Jadi Gubernur NTT’ melalui beberapa tahapan seleksi yang dilakukan langsung oleh Komite Muda dari 4 Kabupaten tersebut. Seleksi untuk mengisi posisi Gubernur NTT selama sehari tersebut dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada 12 anak-anak yang terpilih untuk menyampaikan pendapat mereka masing-masing terkait isu pekerja anak dan dilanjutkan dengan pemberian nilai oleh Komite Muda.

Menurut Gubernur Claudia, Permasalahan anak di NTT sudah masuk dalam kategori mengkhawatirkan yang dimulai dari asalah pekerja anak merupakan masalah yang kompleks dan terkait dengan masalah pendidikan, ekonomi, hukum, sosial dan budaya. Untuk menangani pekerja anak, tidak mungkin bekerja secara sendiri-sendiri akan tetapi memerlukan suatu badan tersendiri yang difokuskan menangani permasalahan anak, sehingga penanganan bisa fokus.

Baca : Budidaya Ikan Lele, Undana Adaptasi Teknologi dari Israel

Berbagai faktor memicu anak untuk bekerja di saat mereka seharusnya menikmati masa-masa yang menyenangkan. Apalagi dalam kondisi kemiskinan mempersulit jalan mereka untuk tetap hidup. Oleh karena itu mereka akan senantiasa berusaha untuk menyambung hidup dengan mencari uang, sehingga mereka hanya dijejali dengan pemikiran bagaimana cara untuk mencari uang.

Rapat itu sendiri juga dihadiri perwakilan dinas-dinas terkait dan Hasil dari rapat terbatas yang dipimpin oleh Gubernur Sehari ini akan diserahkan ke Gubernur yang sesungguhnya sebagai rekomendasi dalam mengatasi fenomena pekerja anak di NTT sejalan  pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang berhubungan langsung dengan pemenuhan hak terutama anak perempuan.

Terpisah, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya menyambut baik kegiatan ‘Sehari Jadi Gubernur NTT’ dan bersedia memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melajar menjadi pemimpin dan sekaligus melakukan rapat terbatas yang membahas isu-isu terkait pekerja anak yang terjadi di NTT.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Plan Internasional yang berinisiatif melakukan kegiatan seperti ini yang belum pernah terpikirkan oleh pemerintah.

“Kami berterimakasih kepada Plan yang telah menginisiasi kegiatan seperti ini. Ini merupakan kegiatan positif yang bisa membuka wawasan anak-anak, serta bisa menjadi kampanye untuk meminimalisir angka pekerja anak di NTT,” Ujar Gubernur

Gubernur Juga mengaku, bahwa untuk meminimalisir  pekerja anak butuh perjuangan yang besar karena NTT masih merupakan daerah yang tertinggal, sehingga butuh program-program perberadayaan yang inovatif.