Tim Seleksi KPU-Bawaslu RI Diminta Akomodasi Pelamar NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI diminta untuk mengakomodasi pelamar asal NTT agar bisa terpilih sebagai anggota komisioner penyelenggara dan pengawas pemilu tingkat nasional dimaksud.

Hal ini mengemuka dalam rapat Sosialisasi tentang Seleksi Calon Anggota KPU RI dan Calon Anggota Bawaslu RI Periode 2017- 2022 di Kupang, Senin (10/10/2016) sore. Rapat dipandu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas NTT, Sisilia Sona dihadiri Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, Sekretaris Bawaslu NTT, Ignas Jani serta unsur akademisi.

Sisilia Sona mengatakan, NTT merupakan salah satu dari lima provinsi yang dipilih timsel melakukan sosialisasi seleksi anggota KPU dan Bawaslu RI yang akhir masa tugas pada 2017 mendatang. “Kita berharap dari kegiatan sosialisasi ini, ada warga NTT yang melamar menjadi anggota KPU atau Bawaslu RI periode 2017- 2022,” katanya.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe mempertanyakan sejumlah aspek yang harus dipenuhi seorang pelamar. Dia pertanyakan tentang gelar kesarjanaan, apakah ditulis atau tidak. Makalah yang disiapkan peserta seleksi, harus dimasukan pada tahapan mana. “Apakah data yang masih kurang, masih bisa dilengkapi selama masa pendaftaran,” paparnya.

Baca : Atlet Peparnas NTT Target Raih Sembilan Medali

Anggota Timsel, Harjono menjelaskan, timsel melakukan seleksi untuk menghasilkan 14 nama sebagai calon anggota KPU dan 10 nama untuk Bawaslu RI yang diserahkan ke Presiden RI. Selanjutnya presiden mengirim nama- nama tersebut ke DPR RI untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan guna menghasilkan tujuh nama KPU dan lima nama Bawaslu RI.

“Semua orang yang memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi penerimaan anggota KPU dan Bawaslu RI. Karena itu, kami memilih untuk melakukan sosialisasi di lima provinsi termasuk NTT, selain pengumuman melalui website,” ujar Harjono.

Dia menyatakan, seleksi yang dilakukan itu bukan hanya mencari yang terbaik, tapi diharapkan bisa mewakili sejumlah daerah. Memang harus diakui, dengan jumlah komisioner yang terbatas tidak mungkin mengakomodasi peserta dari semua daerah. Mereka yang ikut seleksi dan terpilih harus mampu membangun kerja sama dalam tim dan keterampilan.

“Partisipasi masyarakat dalam tahapan seleksi sangat dibutuhkan. Namun masukan tersebut harus dilengkapi dengan identitas jelas bahkan nomor kontak. Timsel akan mengabaikan masukan yang tidak jelas atau surat kaleng,” tandas Harjono.

Baca : Warga Napan Serahkan Tiga Senpi Kepada Satgas TNI

Dia menambahkan, tes kesehatan dilakukan beberapa tahap. Untuk tahap pertama sebagai pemenuhan persyaratan pendaftaran, peserta bisa menggunakan keterangan dari puskesmas. Sedangkan tes kesehatan lainnya, ditanggung oleh timsel. Pada saat memasukan formulir lamaran, harus dilengkapi dengan gelar kesarjanaan karena sebagai bagian bahan pertimbangan timsel.

Anggota Timsel, Erwan Agus Purwanto menegaskan, seleksi yang dilakukan untuk mendapatkan orang- orang terbaik yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kompetensi yang cukup di bidang yang digeluti. Sangat diharapkan, setiap pelamar menyertakan alamat jelas bahkan nomor kontak. Hal ini dimaksudkan agar sekretariat timsel bisa membangun komunikasi dengan peserta untuk melengkapi sejumlah berkas yang masih kurang. Atau pelamar bisa melengkapi sendiri bila ada berkas yang belum lengkap.

Erwan menyebutkan, syarat menjadi anggota KPU dan Bawaslu antara lain, WNI, berusia minimal 35 tahun. Berpendidikan paling rendah sarjana (S-1). Tidak pernah dipidana dengan ancaman pidana lima tahun atau lebih. Bersedia bekerja penuh waktu. Bersedia tidak menduduki jabatan politik/pemerintahan/BUMN/BUMD selama masa keanggotaan. Mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik (paling lambat lima tahun sebelum waktu pendaftaran), jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan BUMN/BUMD.

Sementara itu, tambah Erwan, jadwal pelaksanaan tahapan proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu RI Periode 2017- 2022 yakni pengumuan pendaftaran 19 September sampai 20 Oktober 2016. Sosialisasi 20 September sampai 21 Oktober 2016.

Penerimaan pendaftaran 25 September sampai 3 November 2016. Penelitian administrasi 15 November sampai 22 November 2016. Pengumuman hasil penelitian administrasi 25 November 2016.