Kebun Ubi Ungu Satgas RI-RDTL Yonif Raider 641/Beruang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain melaksanakan tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang ternyata mahir dalam bidang pertanian atau bercocok tanam.

Alhasil, lahan kosong seluas satu hektare yang selama ini tidak terpakai di sekitar area Mako Satgas RI-RDTL, Umanen, Atambua Barat, Kabupaten Belu dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan yang ditanami ribuan ubi ungu sekaligus tempat pembibitannya.

Pantaua NTTOnlinenow.com, Jumat (7/10/2016) sore di Mako Satgas RI-RDTL, bibit ubi ungu yang telah ditanam diatas lahan tersebut sebanyak 5000 anakan sejak bulan Juli dan kini telah memasuki usia tiga bulan lebih. Pola menanam yang digunakan berbeda, bukan didalam lubang tapi dibuat bedeng dan ditanam ubi tersebut.

Bahkan ada ubi ungu yang telah mencapai umur untuk dipanen. Selain budidaya dan menanam ubi tersebut, ada juga pembudidayaan jenis tanaman lainnya seperti tomat lahurus, kacang panjang, semangka, kemangi serta jenis tanaman sayuran lainnya.

“Kita inging memotivasi warga perbatasan Belu, bahwa ada terobosan yang tidak perlu biaya atau teknologi yang besar yang butuhkan uang besar untuk budidaya ubi ungu,” ungkap Lettu Sumandar, Dankima Satgas Yonif 641 selaku pengurus kebun ubi ungu itu.

Baca Juga : Satgas Yonif Raider 641/BRU Amankan Lima Senpi Springfield

Menurut Sumandar, ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, dalam tugas bimbingan teritorial itu salah satunya memberdayakan masyarakat khususnya di wilayah perbatasan. Hingga kini sudah 8000 lebih bibit ubi ungu yang telah ditanam Satgas. Selain 5000 bibit anakan yang ditanam di Mako, ada juga penanaman masing-masing 1000 bibit anakan ubi ungu di wilayah Nunura, Dilumil, Mota’ain dan Onoboi.

“Selain jaga wilayah perbatasan, TNI juga harus mendukung program pembangunan di Kabupatan Belu. Seperti Bupati Belu yang punya program budidaya ubi ungu, kita mendukung itu program sebagai cadangan makanan,” ujar dia.

Dijelaskan, soal pembibitan ubi pihaknya tidak kesulitan untuk mencari hanya dikembangkan lagi oleh Satgas dengan stek. Nantinya kelompok tani dibantu bibit 1000, setelah itu diganti 2000 bibit untuk dibagikan ke kelompok lain seperti di empat wilayah yang sudah ditanam ubi ungu.

“Selama ini kita gunakan sisa air limbah dan cuci. Airnya disaring menggunakan pasir dan ijuk untuk kurangi kadar deterjen. Ini sederhana, bisa jadi motivasi bagi masyarakat lain yang akan tanam ubi, bisa manfaatkan air limbah sisa cuciannya,” terang Sumandar.

Ditambahkan, rencana panen perdana ubi ungu akan dilakukan pada bulan November mendatang. Soal pemasaran ubi ungu akan dicoba dipasar lokal dalam wilayah Belu. “Untuk panennya, itu baru rencana. Informasi pastinya akan kami tunggu petunjuk lanjut dari Dansatgas,” akhir dia.