22 Anak Muda dari 11 Propinsi Lolos Sebagai Kandidat Menteri

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 22 anak muda dari 11 propinsi lolos sebagai kandidat menteri di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Sebanyak 15 anak terpilih melalui seleksi bertingkat, yang finalnya diputuskan bersama dengan jajaran di kedua kementerian, sedangkan 7 anak lainnya menjadi finalis melalui jalur khusus, karena berasal dari kelompok anak berkebutuhan khusus dan marjinal.

“Mereka berpeluang menjadi menteri sehari, di acara ‘Sehari Jadi Menteri’ yang digelar dalam rangka perayaan Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl), yang jatuh pada tanggal 11 Oktober. Tahun ini, perayaan Hari Anak Perempuan Internasional diisi dengan acara Sehari Jadi Menteri, yang diadakan di Kemnaker dan KPPPA,” kata Mingming Remata Evora, di Jakarta.

Mingming menjelaskan,ke-22 anak itu berasal dari Propinsi Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, NTT dan Propinsi Papua. Mereka akan dikarantina selama 4 hari di Jakarta, untuk digodok dan dipersiapkan tampil sebagai Menteri, berikut jajarannya. 11 Anak akan berperan sebagai Menteri dan jajaran di Kemnaker, dan 11 anak lainnya di KPPPA.

Baca Juga : Sekot Kupang Siap Jadi Penjabat Walikota

“Selama di karantina, ke-22 anak akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tambahan, seperti pengenalan organisasi di kementerian, isu-isu di lingkungan kementerian yang terkait dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs), serta keterampilan lain seperti Public Speaking,” jelas Mingming.

Ke-22 finalis yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu dipilih melalui kompetisi video blog tingkat nasional, yang diadakan Plan International.

Mereka dipilih dari sekitar 600 kandidat, yang diseleksi hingga mencapai 40 calon finalis. Ke-40 finalis itu kemudian diseleksi lagi, sehingga menyisakan 15 finalis kategori umum, dan 7 peserta dari kelompok marjinal.

Baca Juga :Bank NTT Cabang Atambua Gandeng Kejari Belu Tangani kredit macet

Mingming menjelaskan, dalam acara ‘Sehari Jadi Menteri’, sang menteri akan memimpin rapat, layaknya rapat di kementerian, yang membawahi sejumlah deputi atau dirjen, yang juga dipilih dari anak berusia 15-18 tahun.

Event Sehari Jadi Menteri Event ini adalah bagian dari gerakan pemberdayaan anak perempuan bertajuk ‘Because I Am A Girl’ atau BIAAG Movement, yang digagas Plan International. Gerakan ini mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan juga dunia usaha untuk memberikan kesempatan bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi maksimalnya, guna meningkatkan kualitas hidup anak perempuan di seluruh dunia.