Deteksi dini kanker payudara tak cukup diraba-raba

Bandung, NTTOnlinenow.com – Kanker payudara menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita paling tinggi di Indonesia maupun dunia. Cara ampuh mengatasi penyakit mematikan ini lewat deteksi dini secara medis.

Spesialis Bedah Onkologi Rumah Sakit Al Ihsan Bandung, Yusuf Heriady, mengatakan deteksi dini kanker payudara adalah mencari tahu kelainan pada sel tubuh yang bisa menjadi kanker.

Deteksi sangat awal terdiri dari beberapa tahapan tes, pertama dengan memakai mamografi. Dengan alat ini, bagian atau organ payudara difoto, kemudian dianalisa. Dokter akan mencari bercak putih atau microkalsifikasi.

Adanya mikrokalsifikasi ini sudah bisa dicurigai sebagai kanker, meski belum tentu menjadi kanker. Untuk memastikannya, ditindaklanjuti dengan bioksi dan pemeriksaan patologi. Setelah itu baru keluar diagnosa apakah microkalsifikasi tersebut calon sel kanker atau bukan.

“Yang deteksi dini ini kita pakai mamografi, karena untuk memeriksa sel ukuran milimeter,” katanya, saat berbincang dengan Merdeka Bandung, baru-baru ini.

Yusuf Heriady yang juga dosen Fakultas Kedokteran Unisba ini menambahkan, jika ukuran sel kanker yang ukurannya lebih dari milimeter hingga sentimeter, pemeriksaan dini dilakukan dengan Ultrasonografi.

“Kalau ukurannya lebih dari bebrapa milimeter itu sudah bisa pakai Ultrasonografi, tapi kalau masih mikrokalsifikasi pakai mamografi,” ujarnya.

Lalu bagaimana pemeriksaan dini dengan cara diraba? Ia menjelaskan, deteksi kanker payudara dengan cara diraba bisa dilakukan jika sudah terbentuk sel kanker. Sel ini akan teraba misalnya jika ukuran sel kankernya sudah sebesar kacang hijau. Cara ini memang bisa dilakukan sendiri.

Menurut dia, kanker yang sudah bisa teraba bisa jadi sudah masuk stadium satu. Tetapi kanker yang sudah bisa teraba itu hanya untuk kanker yang tumbuh di permukaan. Masalahnya kanker itu bisa tumbuh di bawah permukaan payudara sehingga akan sulit diraba.

“Kalau letak kankernya di dalam payudara tidak akan teraba, nah itulah fungsi mamografi karena dia lebih sensitif,” ujarnya.

Fungsi deteksi dini kanker payudara untuk mengatasi kanker lebih dini. Dengan mengetahui sel kanker dari awal, bahkan sebelum pembentukan sel, akan mudah penanganannya. Pada awal-awal pembentukan sel kanker memang tidak ada gejala.

“Tapi dengan pemeriksaan dini itu ketahuan, sehingga nanti pengobatannya akan sempurna, kesembuhannya bisa tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan, banyak pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit saat stadium lanjut di mana sel-sel kanker sudah membesar dan menyebar, sehingga tingkat kesembuhannya rendah. Sumber : Merdeka.com

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*