Danrem Tegaskan Prajurit TNI di Perbatasan RI-RDTL Laksanakan Tugas Dengan Baik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL, baik satuan organik seperti Kodim, Batalyon Infanteri Raider 744 dan satuan penugasan pengaman perbatasan (Satgas Pamtas) harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selalu saya tekankan, masing-masing memiliki tugas pokok yang sangat jelas. Memiliki target-target yang ditentukan. Oleh karena itu laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan jaga nama kesatuan,” tegas Danrem 161/WS Brigjen TNI Heri Wiranto kepada media usai kegiatan penutupan Opster Terpadu T.A 2016 di Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Minggu (2/10/2016).

Menurut Wiranto, tugas di wilayah perbatasan menjadi satu kehormatan dan kebanggan tersendiri bagi kita (prajurit TNI_red), karena kita menjaga wilayah perbatasan, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga : 95 Personel Satgas Yonif Raider 641/BRU Naik Pangkat

“Untuk seluruh prajurit TNI baik organik maupun non organik di wilayah perbatasan, saya tekankan lagi laksanakan tugasnya yang terbaik, berani tulus dan iklas,” ingat dia.

Dituturkan, selain tugas utama tersebut, tugas lain prajurit TNI di wilayah perbatasan harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu masyarakat, sebab itu yang utama dalam rangka kegiatan-kegiatan bersama mereka baik bantu dalam kegiatan fisik maupun non fisik.

“Bersama rakyat TNI kuat, oleh karena itu kita harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kita bisa bantu melalui kegiatan karya bhakti, TMMD dan Opster seperti saat ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.

Jelas Wiranto, disisi lain kita juga harus bersama-sama menciptakan wilayah yang kondusif. Tentu menjadi tanggunjawab kita bersama di wilayah perbatasan. Harus saling bahu membahu antara Babinsa, Babinpol agar situasi dalam daerah aman berjalan dengan baik sehingga pembangunan lancar.

“Ciptakan kondisi yang kondusif diantara sesama komponen di wilayah perbatasan, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, tenteram dan masyarakat bisa hidup dengan tenang dan damai,” pungkas Wiranto.