Rakyat NTT Butuh CSR BI untuk Pendidikan

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Pendidikan di Nusa Tenggara Timur menurut Anggota Komisi XI Johny G Plate butuh sentuhan dari Bank Indonesia. Melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), secara langsung Bank Indonesia akan berkontribusi terhadap dunia pendidikan di wilayah yang berbatasan dengan saudara muda Indonesia, Timor Leste. Terlebih, menurut politisi asal NTT itu, saat ini Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) tengah mengalami surplus. Dari anggaran Rp 8 triliun, BI mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp 5 triliun, sehingga total ATBI yang didapat Rp 14 triliun.

Indonesia Perlu Perbaiki Investment Grade untuk Jadi Negara Layak Investasi

Diakuinya, persoalan di hampir semua institusi pendidikan di NTT mengalami kesulitan dalam pengadaan sarana dan prasarana. Maka tak aneh jika melihat gedung bocor serta infrastruktur penunjang pendidikan lainnya sangat kurang dari kata layak.

“Surplus BI dalam bentuk CSR perlu dialokasikan di wilayah atau provinsi yang banyak mengalami kendala pada sarana dan prasarana pendidikan,” paparnya dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Bank Indonesia, di gedung DPR, Kamis (29/09).

BI Akan Buka Kas Titipan di Tiga Kantor Cabang Bank NTT

Selama ini, menurut Johny dalam siaran pers, keberadaan BI tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat di NTT. Sumbangsih CSR BI yang disalurkan untuk sarana pendidikan akan bertujuan mengenalkan BI kepada masyarakat. Setali tiga uang, BI juga bisa menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat.

“Di Indonesia bagian timur tidak kenal BI, mereka hanya kenal uang,” imbuhnya berseloroh.

CSR ini bagi Johny akan berdampak signifikan pada kesadaran dari institusi pemerintahan untuk memperhatikan pendidikan terutama untuk wilayah-wilayah timur. Lebih dari itu, CSR juga bisa disalurkan pada pemenuhan yang bersifat dasar seperti kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur dasar.