Sepanjang 2016, Di Kota Kupang Terjadi 48 Kebakaran Kerugian Capai 43 miliar

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Terhitung sejak bulan Januari tahun 2016 hingga bulan September tahun 2016, kasus kebakaran di Kota Kupang mencapai 48 kasus dengan total kerugian Rp.43 Miliar, dan kerugian sebesar Rp.12 Miliar merupakan kerugian yang diakibatkan oleh kasus kebakaran yang terjadi pada bangunan dan lingkungan sekolah.

“Dari total 48 kasus tersebut, 12 kejadiannya terjadi di bulan September tahun ini, yang merupakan kasus kebakaran pada lahan kering,” Ujar Kepala Pemadam Kebakaran (Pemkar) Kota Kupang, Halen Riwoe kepada NTTOnlinenow.com di Kupang, Selasa (27/9/2016).

Kader PKK & Posyandu Ujung Tombak Pembangunan Masyarakat

Menurutnya, sejak tanggal 19 September hingga 24 September ini saja, kasus kebakaran sudah terjadi sebanyak tiga kali. Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang agar dimusim kemarau dan musim penghujan tahun ini, masyarakat harus memperhatikan secara baik penggunaan listrik, kompor minyak tanah dan kompor gas untuk menghindari terjadinya kebakaran. Terlebih di tahun ini juga pemerintah tengah berupaya untuk mengalihkan penggunaan kompor minyak tanah oleh masyarakat Kota Kupang ke kompor gas.

Terkait respon Pemadam Kebakaran terhadap kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Kupang, Halen Riwoe menjelaskan, petugas kebakaran pada dasarnya selalu sigap untuk turun ke lokasi kebakaran paling lama 15 menit setelah adanya laporan. Namun semuanya itu juga diperlukan partisipasi warga, yakni dengan segera menelpon ke nomor pengaduan 0380113 atau 821 467 jika ada terjadi kebakaran, baik itu kebakaran yang disebabkan oleh arus pendek maupun api kompor. Sehingga, petugas pemadam juga dapat segera turun ke lokasi untuk memadamkannya.

Produksi Budidaya Ikan di NTT Meningkat

Dirinya mengaku, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Tata Kota dan BPPT Kota Kupang, agar dalam pemberian Izin Mendirikan Bangunan, atau IMB bagi masyarakat harus sesuai dengan jumlah luasan tanah yang mereka miliki. Hal itu dimaksudkan agar pembangunan yang dilakukan warga tidak boleh melebihi batas tanah yang dimiliki, apalagi masuk hingga ke Daerah Milik Jalan, atau Damija yang menciptakan sempitnya jalan di Kota Kupang dan berpengaruh pada akses jalan mobil kebakaran.

Selain itu, sikap peduli masyarakat pengguna jalan, baik yang menggunakan roda dua maupun empat juga harus semakin ditingkatkan, yakni dengan memberikan akses jalan yang baik ketika mobil pemadam kebakan ingin turun menuju lokasi kebakaran.