Kader PKK & Posyandu Ujung Tombak Pembangunan Masyarakat

Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK saat ini, diharapkan dapat memberi motivasi para kader posyandu dan kader PKK untuk bekerja lebih baik lagi pada masa-masa mendatang. Kegiatan posyandu, diharapkan dapat menekan jumlah kematian ibu dan bayi di saat melahirkan. Para kader diminta untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Peran kader tridak hanya sebatas pemberian pelayanan kesehatan saja, tetapi juga dapat menggerakan kegiatan anggota posyandu untuk terus mengasah diri dengan keterampilan-keterampilan dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada ibu dan anak.

“Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2016 yang menghadirkan berbagai unsur kader dan pengurus posyandu serta Tim Penggerak PKK ini, merupakan sebuah momentum yang sangat penting bagi kader dan pengurus posyandu yang telah berprestasi dan dinilai berhasil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi-prestasi yang telah diraih mencerminkan adanya kesungguhan dalam melayani masyarakat. Kita Mesti optimis, makin kedepan NTT makin maju. Kiranya petemuan ini dapat menggalang kebersamaan untuk berdiskusi, berdialog dengan pengalaman yang berbeda-beda” demikian yang disampaikan  Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya dalam sambutannya saat membuka acara Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK Tingkat Provinsi NTT” bertempat di Alun-alun Rumah Jabatan, Selasa, 27/09/2016, pukul 08.00 Wita.

Baca : Rekonstruksi Kasus Pembuangan Bayi, Tersangka Mengakui kekasihnya Seorang Sopir

Tema kegiatan  tersebut yakni yakni “Dengan Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK Kita Tingkatkan Profesionalitas Kader Untuk Mendukung Pemerintah dalam Pencapaian Target Sustainable Development Goals” dan Sub Tema “Sehati Sesuara Kita Tingkatkan Profesionalitas Kader Pasyandu dan Kader PKK Untuk Menyiapkan Generasi Bangsa Yang Berdaya Saing, Sehat dan Cerdas, demikian yang dirilis oleh Tim Biro Humas Setda Provinsi NTT.

“Para kader posyandu selama ini sudah berjuang untuk mengurangi angka kematian bayi sudah berhasil, hanya saja angka kematian masih flukluatif, hal ini disebabkan oleh kematian para ibu dan bayi pasca meninggalkan rumah sakit. Oleh karena itu pada kesempatan yang berharga ini saya mengaharapkan agar para kader posyandu dapat mendampingi ibu-ibu bukan hanya ketika di Rumah sakit melainkan tetap memantau kesehatan ibu dan anak pasca meninggalkan rumah sakit” harap Lebu Raya.

Usaha yang telah para kader lakukan saat ini berkaitan dengan kebijakan pemerintahan mengenai revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu, dengan fokus pada tiga hal mendasar yaitu Peningkatan pelayanan pada masyarakat, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Tiga hal ini menuntut bekal pengalaman, pengetahuan, keterampilan, disiplin dan jaringan komunikasi serta kerjasama yang sebaik mungkin diantara  para pelaku.

Saya meminta dukungan dari bupati, walikota agar terus mendorong dikembangkannya budaya lokal. PKK beperan besar untuk mengembangkan/mengkreasikan  sumberdaya yang kita miliki. Salah satunya adalah kopi flores. Kedepannya  akan ada festival tenun ikat di Sumba. Kegiatan ini untuk menyarahkan dan mempromosikan tenun ikat, tambah Lebu Raya.

Baca : Bareskrim Tangkap Petugas Imigrasi Kupang Terlibat Human Trafficking

Fransiska Litelnony, selaku Wakil ketua penitia mengharapkan agar kegiatan jambore kader posyandu dan kader PKK ini, tidak sekedar berahkir pada acara kumpul-kumpul diantara para kader dan pengurus, tetapi secara substansial, merupakan media yang didesain untuk  untuk lebih merangsang inisiatif, motivasi, spirit dan kinerja kader posyandu dan kader kader PKK dalam melayani masyarakat di tingkat desa/kelurahan.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari yakni pada tanggal 26-29 September bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Kontingen terbesar dari kabupaten Flores Timur sebanyak 33 orang, disusul Sumba 33 orang, Lembata 26 orang dan diikuti peserta lainnya.

Kegiatan itu dimeriahkan dengan tarian dan yel –yel dari peserta jambore diantaranya, Kota kupang, kabupaten Kupang, kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumba Barat Daya, kabupaten Nagakeo, kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Belu, kabupaten manggarai, Kabupaten TTS, Kabupaten Manggarai Barat,  Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Ngada, Kabupaten TTU, Kabupaten Ende, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Malaka.

Hadir pada kegiatan tersebut, ,Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Komandan Lantamal VII Kupang, Komandan Resort Militer 161 Wirasakti Kupang, Komandan Lanud Eltari Kupang, Ketua Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Timur, kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Biro Humas, Kepala Badan, Dinas, Biro dan Kantor Tingkat Provinsi dan kabupaten/kota Se- provinsi NTT, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT,Kabupaten/kota, Para kader Posyandu, kader PKK, Pers dan Media Massa. Biro Humas Provinsi NTT

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*