Kepedulian serta Pengabdian Mesin ITB Bagi Masyarakat dan Perindustrian Nasional

Bagikan Artikel ini

September M – Machine Brotherhood
Bandung, NTTOnlinenow.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1920 dengan nama De Techniche Hoogenschool te Bandung yang kemudian diresmikan dengan nama Institut teknologi Bandung pada 2 Maret 1959.

Program studi Teknik Mesin yang merupakan salah satu program studi tertua di ITB (kini berkembang menjadi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara – FTMD), begitupun pula dengan organisasi kemahasiswaannya Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM), telah melahirkan banyak alumnus.

Dalam siaran pers HMM menjelaskan, tahun ini, Ikatan Alumni Mesin ITB bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Mesin ITB melakukan perayaan kelahiran organisasi kemahasiswaan Mesin ITB dengan melakukan serangkaian kegiatan kepedulian dan pengabdian masyarakat dan perindustrian nasional, dalam rangkaian kegiatan yang bertajuk “September M” yang dilaksanakan selama bulan September ini.

Baca : Inilah 20 Brand Lolos Tahap Final Kompetisi The Big Start Indonesia

Kegiatan yang diselenggarakan antara lain Mesin Berinovasi untuk Berbagi (MBB) yang akan membantu penggalangan dana untuk pengadaan kaki palsu yang dibuat oleh Prof. Andi Isra Mahyuddin beserta tim. Program sumbangan prostetic D2 knee dari Mesin ITB kepada komunitas penyandang tuna daksa di seluruh Indonesia ini merupakan program berkelanjutan dari Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB sebagai pelaksana penggalangan dana dari Alumni Mesin ITB lintas angkatan.

Selain itu, juga diadakan kegiatan Engine Tune Up yang merupakan tune up gratis kendaraan bermotor roda dua milik masyarakat secara ringan selama 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu 24-25 September 2016 dan juga pameran karya atau produk dari Mesin ITB (Mechanical Fair), Alumni Share and Care yang memberikan wadah kepada alumni untuk berbagi cerita dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa Teknik Mesin ITB, Turnamen M Golf dan Bowling, dan juga Business Matching antara Pelaksana Industri Otomotif dan UKM (bekerja sama dengan Kemenperin (November 2016)).

“September M ini adalah tradisi yang sempat hilang di kalangan mahasiswa Mesin ITB. Dan pada tahun ini kami selaku perwakilan alumni, mengajak adik-adik mahasiswa untuk berpartisipasi di dalam tradisi positif ini, dan menjadikan rangkaian acara September M sebagai sarana perwujudan pengabdian Mesin ITB kepada masyarakat dan perindustrian nasional. Melalui September M inipun kami hendak menggaungkan kembali semangat “IndonesianisMe”, semangat Mesin ITB untuk turut berperan aktif di dalam pembangunan industri nasional” ungkap Bapak Umbu Djoka Djawakoda, Koordinator September M.

Baca : Pemprov Dorong Pengembangan Wisata Pulau-Pulau Kecil di NTT

Semangat IndonesianisMe adalah gerakan yang dicanangkan Ikatan Alumni Mesin ITB sejak beberapa tahun yang lalu, sebagai paham cinta kepada negara, bangsa dan masyarakat Indonesia; dengan membela profesi keteknikan, penguasaan teknologi, penguatan industri dan manufaktur serta mendorong teknopreneur lokal, yang kemudian dapat menciptakan keunggulan daya saing struktur industri nasional.

Rangkaian acara “September M” ini diharapkan menjadi sarana mempererat kembali hubungan antara IAM ITB, FTMD ITB, serta mahasiswa Mesin ITB yang masih berkuliah. Selain itu, rangkaian acara ini juga merupakan perwujudan social responsibility dari kesatuan Mesin ITB. Diharapkan September M dapat menjadi salah satu sarana viral untuk mengangkat kembali eksistensi Mesin ITB; selain dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan industri nasional (IndonesianisME).

“Kami berharap dengan diselenggarakannya “September M” dapat tercipta sinergi yang lebih baik antara alumni lintas angkatan, dan keorganisasian mahasiswa Mesin ITB, dan dengan semangat IndonesianisMe, Mesin ITB dapat turut mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera (survival of Indonesian nation)” tutup Bapak Rudy Andriyana, Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB.

September M
Tujuan dari rangkaian acara September M:
• Mewujudkan social responsibility dari kesatuan Mesin ITB, dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang mewakili IAM ITB   dengan mahasiswa mesin itu sendiri.
• Mengeratkan hubungan antara IAM ITB, FTMD ITB, serta mahasiswa Mesin ITB yang masih berkuliah.
• Menjadi sarana viral untuk mengangkat kembali eksistensi Mesin ITB; dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang   berkaitan dengan pembangunan industri nasional (IndonesianisME)
• Menjadi sarana untuk menghidupkan kembali tradisi yang sempat ada di kalangan mahasiswa Mesin ITB yaitu “SEPTEMBER M” –   HUT keorganisasian mahasiswa Mesin ITB.

Rangkaian acara September M – 2016:
• Mesin Berinovasi untuk Berbagi (MBB), program Social Responsibility – Program sumbangan prostetic D2 knee    (karya anak   Mesin ITB) dari Mesin ITB kepada komunitas penyandang tuna daksa di seluruh Indonesia
• M Golf – Charity for Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
• Alumni share and care (Alumni berbagi pengalaman kepada para mahasiswa),
• Engine Tune Up (ETU) untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) dan Mechanical Fair,
• M Adu Bowling (antar angkatan alumni Mesin),
• Business Matching antara Pelaksana Industri Otomotif dan UKM (bekerja sama dengan Kemenperin (November 2016)).

Baca : PDAM Identifikasi Titik Sumber Air Baru Untuk Alak Penkase

IndonesianisMe
• IndonesianisMe adalah paham cinta kepada negara, bangsa dan masyarakat Indonesia.
• IndonesianisMe menggelorakan anggota Mesin ITB untuk berkontribusi positif kepada negara, bangsa, dan       masyarakat   Indonesia dalam bentuk kreasi, karya, pemikiran, perbuatan sesuai agama dan norma sosial oleh siapapun di belahan dunia   manapun.
• Semangat IndonesianisMe mendukung siapapun yang berkontribusi positif kepada negara, bangsa dan masyarakat Indonesia   oleh siapapun di belahan dunia manapun.
• IndonesianisMe memiliki cakupan yang lebih luas daripada Nasionalisme, karena IndonesianisMe tidak anti asing, meliputi   diaspora bangsa Indonesia, warga negara asing yang cinta dan tumbuh di Indonesia, dan juga warga negara asing yang    tinggal di luar Indonesia tapi cinta Indonesia.
• IndonesianisMe dipandang dari sisi keteknikan adalah mengajak masyarakat dan bangsa Indonesia di manapun untuk   mengutamakan dan memilih produk/jasa dari produsen nasional dan atau asing berdasarkan kontribusi mereka ke Indonesia   terutama dari sisi keteknikan, industri dan manufaktur.
• Dengan meningkatnya semangat IndonesianisMe dapat memberikan proteksi halus yang tidak melanggar tata niaga global,   yang kemudian akan memberikan ruang untuk berkembangnya industri nasional. Selain itu, memberikan pilihan yang lebih    luas kepada pemakai produk dan jasa, yang akhirnya dapat memaksa perusahaan-perusahaan asing untuk membuat fasilitas    produksi dan jasa di Indonesia.

Tingkatan IndonesianisMe dari sisi masyarakat terdiri dari 4 tingkatan :
Pertama : membeli dan memakai produk buatan produsen nasional
Kedua     : menggunakan produk produsen yang dirancang bangun dan diproduksi di Indonesia
Ketiga     : menggunakan produk produsen asing yang diproduksi di Indonesia
Keempat : menggunakan produk produsen asing yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia