Gerindra Tak Akomodir Kader, Kaum Perempuan NTT Surati Prabowo

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komunitas kaum perempuan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyurati Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait rekomendasi yang dikeluarkan untuk bakal calon wali Kota Kupang tahun 2017 mendatang.

Profesor Mia Noach dari Komunitas Kaum Perempuan NTT menegaskan, isi surat tersebut diantaranya meminta Prabowo untuk meninjau kembali surat keputusan (SK) yang mendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota Kupang Jefirtson R. RiWu Kore-Hermanus Man (Firmanmu) yang bukan kader Partai Gerindra.

“Kami minta SK itu ditinjau kembali dan harus mengusung pasangan Yovita Anike Mitak-Melitus Ataupah (KITA). Karena Melitus Ataupah adalah kader Gerindra,” kata Mia di Kupang, Senin (19/9).

Komunitas Kaum Perempuan NTT juga terus membentuk opini melalui media massa agar kader-kader Partai Gerindra menyadari kalau mengelola partai politik tidak hanya berdasarkan egoisme kepentingan tertentu.

Mia menegaskan Komunitas Kaum Perempuan Kota Kupang merasa kecewa karena dipermainkan oleh Partai Gerindra yang mengingkari janji untuk mendukung pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Kupang Yovita Anike Mitak-Melitus Ataupah (KITA). Anehnya, Gerindra malah alihkan dukungan kepada pasangan calon Jefirtson R. Riwu Kore-Hermanus Man (Firmanmu).

Gerindra dipandang sebagai partai besar namun tidak memperjuangkan kepentingan kaum perempuan. Gerindra juga tidak memberi ruang dan tempat kepada kaum perempuan pada semua lini termasuk ajang politik di NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya.
“Bagi kami ini belum berakhir, tapi kami terus berjuang hingga mendapat kepastian di DPP Gerindra,” katanya.

Baca Juga : Gerindra Gagal Bangun Poros Baru

Ditegaskan, hingga saat ini perjuangan kaum perempuan masih dihantui tantangan yang besar. Namun hal itu tidak mengurungkan niat kaum perempuan untuk berjuang karena banyak sekali kader perempuan yang berpotensi tetapi belum diberikan ruang untuk berkarya.

Mia menilai, sikap Partai Gerindra yang tidak mendukung dan mencalonkan Yovita Anike Mitak adalah tindakan kejam terhadap kaum perempuan. Alasannya, Yovita Anike Mitak berpasangan dengan Melitus Ataupah yang adalah kader Partai Gerindra, namun tidak diusung. Gerindra malah mendukung pasangan dari partai lain.

Fatimah Daniel, dari Komunitas Kaum Perempuan NTT juga menegaskan mereka akan segera menemui Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menyampaikan segala dugaan manipulasi politik yang mengorbankan calon perempuan.

“Kami segera menemui Prabowo dan kami menanyakan alasan mengesampingkan kami kaum perempaun. Gerindra adalah partai besar tapi perbuatan sekelompok orang yang menghancurkan Gerindra,” tegas Fatimah.

Sementara itu, bakal calon wali Kota Kupang Yovita Anike Mitak menjelaskan telah mengikuti proses penjaringan di Partai Gerindra. Seluruh proses telah dilalui namun Gerindra mengusung paket lain yang bukan kader partai.

“Sesuai dengan informasi dari internal Gerindra bahwa pasangan Yovita Anike Mitak-Melitus Ataupah yang memperoleh SK yang sudah ditandatangani tanggal 31 Agustus 2016,” katanya.

Dia menduga adanya kepentingan orang-orang tertentu dalam Partai Gerindra yang mengubah seluru proses yang sudah dilakukan sejak awal.