Ada Pungli di Lokasi Wisata Pantai Oesapa Resahkan Warga

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Warga Kelurahan Oesapa Keluhkan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan sekolompok orang di Jalan pesisir pantai Oesapa menuju pantai Nunsui. Pasalnya, semua warga yang hanya melintas diruas jalan pesisir pantai Oesapa menuju pantai Nunsui dan pemukiman, harus membayar uang sebesar Rp.2000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp.4000 untuk kendaraan roda empat.

Keluhan ini disampaikan sejumlah warga Oesapa, ketika ditemui media ini kediaman mereka, Senin (19/9/2016). Mami Liber salah satu warga yang pertama ditemui media ini, mengaku kesal dengan pungutuan bagi warga Oesapa, karena pungutan untuk semua kendaraan yang melintas jalan tersebut, padahal tidak semua warga yang melintas hanya pergi berbelanja di pasar atau sekedar melintas untuk pulang kerumah mereka.

Sungguh aneh, kami warga Oesapa yang melewati jalan tersebut harus membayar karcis. Kami seperti masuk di Jalan Tol sehingga harus membayar kepada petugas yang memungut karcis di ruas jalan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, ruas jalan tersebut dikerjakan oleh pemerintah untuk diakses masyarakat, tetapi kenapa dipungut biaya sebesar itu. “Memang tempat saat ini marak dikunjungi orang untuk bersantai, tapi seharusnya mereka memungut biaya parkir dari mereka yang duduk di pantai tersebut, dan bukannya setiap orang yang melintas dipungut biaya. Anehnya lagi warga sekitar juga dipungut biaya disertai ancamam,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah segera menertipkan pungutan tersebut karena sudah sangat meresahkan warga sekitar dan para pengendara yang melintas diruas jalan tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan, Angko, salah satu warga Nunsui. Menurutnya pungutan yang dilakukan sekelompok orang di jalur jalan pantai oesapa sudah sangat meresahkan. Para pemungut itu tidak peduli apakah warga hanya sekedar melintas untuk pulang kerumah, atau keperluan lain, mereka menahan semua kendaraan yang masuk dan dikenai biaya Rp.2000 dan Rp. 4000, meskipun sering ada pengakuan warga bahwa mereka sekedar melintas bukannya mau bersantai di lokasi pantai tersebut.

Saya pikir menerapakan pola yang sama seperti di Pantai Kelapa Lima, tepatnya dibelakang Hotel On The Rock. Kalau dilokasi itu pungutan bisa dilakukan pada pintu masuk, karena warga yang masuk disitu hanya untuk bersantai. Lagipula ruas jalan itu buntu dan tidak menghubungkan dengan jalur manapun. Tetapi kalau jalur di pantai Oesapa, ada pemukiman besar disekitar itu tapi tetap saja dipungut biaya. Pungutan yang dilakukan seperti pengendara mau masuk ke Jalan Tol, padahal ruas jalan itu bukan jalan tol. Saya berharap pemerintah mau menertipkan pungutan diruas jalan itu,” ujarnya.