Gandeng Pihak Swasta, PLN NTT Bangun PLTS di Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)berkerja sama dengan dua perusahaan swasta yakni PT Global Karya Mandiri dan PT Indo Solusi Utama untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Atambua dan Pulau Flores.

Direktur Bisnis PT PLN Wilayah Sulawesi-Nusa Tenggara, Machnizon yang hadir menyaksikan penandatanganan kerja sama pembelian energi listrik pada, Rabu (14/9/2016) sore, mengatakan pembangunan PLTS tersebut guna mendukung program nasional listrik 35.000.

“Untuk di Atambua sebesar 1 MWp dan Flores mencakup Ende-Ropa-Maumere 2×1 MWp akan menambah capaian program pemerintah pusat untuk pembangunan listrik nasional 35.000 MW,” katanya disela-sela acara penandatanganan kerja sama oleh kedua belah pihak di Kupang, Rabu (14/9/2016).

Machnizon menyampaikan, pembangunan PLTS secara keseluruhan hingga saat ini baru dilakukan di dua lokasi yaitu di Kupang 5 MW dan Gorontalo 2 MW. Nantinya akan ditambahkan dengan dua lokasi pembangunan PLTS yang sudah ditandatangani tersebut.

“Pembangunan PLTS secara keseluruhan masih lamban karena baru berhasil di dua lokasi yaitu Kupang dan Gorontalo yang berhasil dari 50-an rencana pembangunan sejak tahun 2014 lalu,” katanya.

Machnizon berharap, pembangunan PLTS tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat di wilayah tujuan hingga ke pelosok.

Komisaris PT Global Karya Mandiri, Kartono yang akan menangani proyek PLTS di Atambua menilai, penandatangan kerja sama itu merupakan capaian baik yang diperoleh setelah tiga tahun mengupayakan terwujudnya kerja sama pembangunan PLTS.

“Kerja sama ini merupakan capaian yang perlu diapresiasi karena selama ini masih sulit dilakukan karena persoalan perizinan dan kesiapan lahan,” katanya.

Menurut Kartono, proses pengurusan dokumen kerja sama perjanjian pembelian energi listrik masih belum lancar sehingga menyulitkan para investor untuk berinvesatasi di bidang energi baru terbarukan (EBT).

Padahal, lanjutnya, banyak investor yang mau memasukan dana untuk pembangunan EBT asalkan peraturan dan pengaturan perjanjian pembelian energi listrik bisa lebih mudah dan lancar.

“Pembangunan PLTS di Atambua tidak hanya disalurkan untuk wilayah setempat namun menjangkau semua daerah di NTT,” katanya.

Dia berharap, pembangunan PLTS di Atambua nantinya bisa membantu pasokan kebutuhan listrik bagi masyarakat hingga ke daerah pelosok di NTT. “Kita harapkan kerja sama bisa menguntungkan semua pihak baik pemerintah, investor dan masyarakat,” tandasnya.