Sumber Air Baku PDAM Kota menyusut, Distribusi Kepada Pelanggan Turun

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan melanda Kota Kupang dan sekitarnya saat ini, berdampak terhadap distribusi air baku PDAM Kota Kupang kepada pelanggan dalam satu bulan terakhir menurun. Terhitung sejak agustus 2016 distribusi kembali menurun sebesar 20 persen.

“Sejak tahun lalu, distribusi air kepada pelanggan terus menurun karena minim curah hujan, dan distribusi kembali turun sejak Mei 2016, dan sejak agustus lalu distribusi terus menurun,” kata Dirut PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu.

Menurutnya, penyebab distribusi memgalami penurunan karena debet air pada sumber yang dimanfaatkan PDAM untuk pelanggan,

“Kemarau tahun 2016 terjadi lebih awal dan intensitas hujan pun sangat rendah, sehingga prediksi kamarau yang biasanya terjadi pada bulan Oktober, namun tahun ini terjadi lebih cepat dan berkepenjangan yakni pada bulan Februari hingga September sudah dirasakan. Kapasitas air mengalami penurunan hingga bulan ini mencapai 10-20 persen,” kata Noldy.

Noldy mencontohkan, biasanya unit produksi air baku 100 liter perdetik kini bisa mengalami penurunan menjadi 75 hingga 80 liter perdetik. Dalam mengatasi hal tersebut. lanjut Noldy, ada program jangka pendek dari PDAM pada tahun ini dengan mengupayakan sumur bor guna menambah debet air.

”Pembuatan sumur bor ini butuh waktu satu sampai dua bulan. Karena untuk membuat satu sumur bor membutuhkan dan sebesar Rp.150 juta, sehingga saat ini kami sedang mencari titik sumber air guna dibuat sumur bor. Dalam pembuatan sumur bor ini kami juga telah berkoordinasi dengan dinas PU kota dan PU provinsi guna dapat membantu dengan menambah sumur bor baru, sebab saat ini kami hanya mampu membuat satu sumur bor,” kata Noldy.

Selain membuat sumur bor, tambah Noldy, selama ini dalam memenuhi akan kebutuhan air baku bagi warga kota, PDAM juga bekerjasama dengan BLUD SPAM dengan menyuplai air dari bendungan Tilong. Namun untuk saat kondisi air bendungan Tilong juga mengalamai penyusutan sehingga, distribusi kepada pelanggan juga terhambat.

Noldy mengaku, dalam memenuhi kebutuhan air baku dengan kondisi kemarau yang terjadi bagi warga kota yakni dengan wacana pembangunan bendungan Kolhua adalah alternatif. Karena dengan adanya bendungan Kolhua maka produksi air baku bisa memenuhi kebutuhan warga Kota Kupang.