Bahan Makanan Sumbang Deflasi di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pada Agustus 2016, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi 0,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,70. Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan deflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah kelompok bahan makanan dengan andil deflasi sebesar 0,60 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di Kupang, Kamis (1/9/2016).

Menurut Maritje, dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi deflasi sebesar 0,87 persen dengan IHK 125,87 sedangkan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan IHK 117,01 persen.

Deflasi di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada empat dari tujuh kelompok pengeluaran, dimana kelompok bahan makanan merupakan kelompok pengeluaran dengan penurunan indeks harga terbesar.

“Selain kelompok bahan makanan sebagai penyumbang andil deflasi sebesar 0,60 persen, disusul kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil deflasi 0,33 persen,” kata Maritje.

Maritje mengatakan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan hambatan terbesar terhadap laju deflasi dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen.

“Deflasi yang terjadi pada Agustus 2016 ini seirama dengan deflasi yang terjadi pada bulan yang sama tahun yang lalu. Jika tahun yang lalu terjadi deflasi sebesar 0,73 persen, maka Agustus 2016 ini terjadi deflasi sebesar 0,80 persen,” ujarnya.

Dia menyampaikan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 33 kota mengalami inflasi dan 49 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari dan Kota Sorong masing-masing sebesar 1,27 persen dan terendah terjadi di DKI Jakarta dan Kota Kendari dengan inflasi masing-masing sebesar 0,01persen.

“Sedangkan kota yang mengalami deflasi terbesar adalah Kota Kupang sebesar 0,87 persen dan terendah terjadi di Kota Cilegon sebesar 0,01 persen,” katanya.

Dia menambahkan, Inflasi Tahun Kalender (Januari-Agustus 2016) NTT sebesar -0,26 persen, Kota Kupang -0,22 persen dan Maumere -0,50 persen. Sedangkan inflasi year on year (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) Nusa Tenggara Timur sebesar 3,52 persen, Kota Kupang sebesar 3,84 persen dan Kota Maumere sebesar 1,27 persen.

Untuk diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Komentar ditutup.