Akhir September Proses Rekam e-KTP Selesai, Kadisdukcapil ; 35 Ribu Warga Belu Belum Rekam Data

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Data per 31 Desember 2015 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belu warga yang melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) baru mencapai 80,96 persen.

Kadisdukcapil Willibrodus Leto kepada NTTOnlinenow.com, Selasa (30/8/2016) mengatakan, sesuai instruksi Kemendagri tanggal 31 September 2016 menjadi batas akhir proses perekaman data e-KTP di seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini di Belu masih tersisa 35 ribu warga yang belum rekam e-KTP. Target yang harus dicapai 90 persen di tanggal 30 September mendatang,” ujar dia.

Dituturkan, persoalan sosialisasi pihaknya sudah melakukan untuk masyarakat di 12 Kecamatan, Lurah dan Desa. Namun demikian, perilaku masyarakat masih menjadi faktor utama, buktinya sebagian besar warga belum melakukan perekaman data e-KTP.

“Kita sudah lakukan sosialisasi. Masyarakat yang sudah rekam data ada 2000 lebih, tapi sampai sekarang belum cetak, karena mereka belum datang untuk mengambilnya,” ujar Leto.

Terkait hal itu, dihimbaukan kepada  masyarakat yang telah melakukan proses perekaman data e-KTP di masing-masing Kecamatan yang belum mengambilnya, agar segera ke Dinas untuk proses pencetakan.

“Kita minta bantuan Camat, Lurah dan Desa agar disampaikan ke masyarakat, karena batas waktu tanggal 30 September proses e-KTP ditutup. Masuk bulan Oktober ktp manual tidak akan berfungsi lagi,” urai dia.

Masih menurut Leto, ada dua program besar masuk program nawacita Presiden Indonesia yakni, prosentase yang harus dicapai 77 persen akte kelahiran anak dan e-KTP 90 persen.
Faktor lain, saat ini sebagian besar warga yang berada di luar Kabupaten Belu, seperti di Malaysia dan tempat-tempat transmigrasi di Kalimantan dan Papua masih memilik KTP manual.

“Pastinya sebagian warga KTP manualnya sudah habis masa berlaku dan ini salah satu faktor yang sangat mempengaruhi target 90 persen di tanggal 30 September mendatang,” ucap dia.

Masih menurut Leto, pekerjaan ini tidak mudah. Meski demikian dengan kondisi yang kurang memadai, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan seluruh kegiatan-kegiatan termasuk sosialisasi kepada masyarakat sebelum akhir September.

“Kita akan segera lakukan sosialisasi lagi dengan melibatkan Camat, Lurah dan Desa, juga lakukan mobile keliling. Mudah-mudahan 2000 lebih warga bisa cetak e-KTP dan 35 ribu warga yang belum rekam data e-KTP bisa selesai sebelum waktu yang ditentukan tanggal 30 September nanti,” harap Leto.